BLITAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar terus memperketat imbauan keselamatan bagi pengelola jasa penyeberangan di Sungai Brantas. Terlebih saat ini tengah memasuki musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem. Di tengah potensi terjadinya cuaca buruk, dishub mengimbau operator jasa penyeberangan lebih hati-hati.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati menjelaskan, pihaknya tetap melakukan pantauan dan memberikan imbauan pada penyedia jasa penyeberangan. Pihaknya telah mewajibkan seluruh operator jasa penyeberangan untuk menyediakan perlengkapan keselamatan, seperti life jacket dan lifebuoy ring bagi penumpang maupun awak perahu.
“Kami sudah memberikan bantuan berupa life jacket dan pelampung ring ke beberapa titik penyeberangan. Itu bagian dari upaya kami untuk meningkatkan keselamatan,” terangnya.
Meski begitu, Anik menambahkan, belum ada ketentuan baku mengenai jumlah minimal life jacket dan lifebuoy ring yang harus tersedia di setiap lokasi penyeberangan. Selama alat keselamatan itu ada dan bisa digunakan sewaktu-waktu, hal itu sudah sesuai dengan standar minimal keselamatan.
Pihaknya juga mengintensifkan komunikasi dengan para penyedia jasa penyeberangan melalui pesan singkat atau grup daring, terutama ketika terjadi cuaca buruk atau saat Sungai Brantas mengalami pladu (flushing). Peringatan keselamatan ini penting agar aktivitas penyeberangan dapat segera dihentikan sementara demi menghindari risiko kecelakaan.
“Setiap kali ada laporan kondisi air meningkat atau arus deras, kami segera mengirimkan imbauan agar aktivitas penyeberangan dihentikan sementara,” imbuhnya.
Saat ini, terdapat 13 titik penyeberangan yang masih aktif beroperasi di wilayah Kabupaten Blitar. Adapun 13 titik penyebrangan aktif di Kabupaten Blitar berada di sejumlah desa, yakni Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon; Desa Selokajang, Desa Purwokerto, Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat; serta Desa Kunir dan Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi.
Dishub Kabupaten Blitar berharap, para operator penyeberangan tetap memprioritaskan keselamatan penumpang dan disiplin terhadap peringatan yang disampaikan. “Kami ingin aktivitas penyeberangan tetap berjalan, tetapi dengan memperhatikan aspek keselamatan. Itu yang utama,” tegas Anik. (kho/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah