Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ketika Ibu Rumah Tangga di Kota Blitar Peringati Hakordia 2025: Perempuan Jadi Garda Terdepan Bangun Budaya Antikorupsi

Noormalady Usman • Sabtu, 29 November 2025 | 01:21 WIB

 

BERSAMA CEGAH KORUPSI: Pemkot Blitar memperingati Hakordia dengan menggelar sosialisasi tentang peran perempuan di keluarga dalam pencegahan korupsi.
BERSAMA CEGAH KORUPSI: Pemkot Blitar memperingati Hakordia dengan menggelar sosialisasi tentang peran perempuan di keluarga dalam pencegahan korupsi.

BLITAR KAWENTAR - TP PKK Kota Blitar menggelar kegiatan bertema Peran Perempuan dalam Gerakan Antikorupsi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Kegiatan ini melibatkan kader PKK di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Camat Kepanjenkidul tersebut menekankan pentingnya perempuan sebagai penggerak utama budaya integritas, mulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Ketua TP PKK Kota Blitar, Kharisa Rizqi Umami Muhibbin menjelaskan, keluarga merupakan tempat pertama pendidikan karakter bagi anak-anak generasi penerus, termasuk dalam memahami nilai-nilai kejujuran hingga pengelolaan keuangan.

“Harapannya, perempuan menjadi garda terdepan dalam keluarga, lebih bijak dalam mengelola ekonomi rumah tangga. Kalau ibu-ibu mendapat pendidikan yang baik dalam mengelola keuangan dan menerapkannya dalam keluarga, mereka bisa terhindar dari hal-hal negatif, salah satunya korupsi,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Menurut Kharisa, kegiatan serupa baru pertama kali dilakukan di tingkat kota, meski sejumlah kecamatan sebelumnya sudah mengadakan penyuluhan terkait antikorupsi.

Namun, dia meminta sinergi ini dapat diperluas agar semakin banyak kader PKK terlibat dalam gerakan pencegahan korupsi ini.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk mendukung pemerintah mencegah korupsi. Kami mendorong ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan untuk terus aktif sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” ungkapnya.

Kharisa menegaskan alasan mengapa peran perempuan menjadi fokus utama dalam gerakan ini. Karena pendidikan pertama yang didapatkan oleh anggota keluarga adalah dari ibu.

“Ada sebuah prinsip bahwa ibu adalah madrasah pertama. Ibu adalah guru pertama dalam keluarga. Karena itu, ibu perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengelola keuangan dan menanamkan nilai-nilai itu kepada anak-anak,” ujarnya.

Dia berharap melalui edukasi berkelanjutan, keluarga di Kota Blitar dapat membangun budaya antikorupsi sejak dini, khususnya di ruang lingkup keluarga masing-masing.

“Dasarnya ada dalam keluarga, dan ibu adalah garda terdepan,” tutupnya. (mg2/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Budaya Antikorupsi #korupsi #Kharisa Rizqi #peringatan hakordia #perempuan #ibu rumah tangga #hari antikorupsi sedunia #TP PKK #Kota Blitar #garda terdepan