BLITAR – Gerak Jalan Tradisional Pramuka Bakung–Lodoyo (Balod) kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar malam ini (12/12/2025). Agenda yang sempat vakum selama lima tahun itu dihidupkan kembali atas arahan Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Gerak jalan tradisional ini akan diikuti oleh 60 regu dari berbagai sekolah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus mengatakan, Balod tahun ini diikuti 60 regu yang terdiri dari 35 regu putra dan 25 regu putri. Agenda tahunan ini diselenggarakan lagi sebagai upaya memperkuat keharmonisan dan membangkitkan semangat kebangsaan.
“Ini pertama kali digelar lagi setelah vakum lima tahun. Karena itu pesertanya belum sebanyak ratusan seperti dulu. Tapi semangatnya sama, terutama untuk membangkitkan kembali rasa dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Anindya melanjutkan, seluruh peserta akan diberangkatkan pada pukul 19.00 WIB dari Lapangan Desa/Kecamatan Bakung dan diperkirakan regu pertama akan mencapai garis finis di Kawasan Alun-Alun Lodoyo, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Menurutnya, Balod bukan sekadar kegiatan fisik.
Pasalnya, dalam rangkaian acara, peserta juga akan mendapat materi wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh Dandim 0808 Blitar dan Kapolres Blitar. “Tradisi ini kembali menjadi ajang pembinaan karakter generasi muda, khususnya pramuka yang mendominasi peserta,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati memastikan seluruh jalur Balod aman secara kesehatan. Pihaknya telah menyiapkan 19 pos kesehatan yang dijaga 25 tim medis, lengkap dengan 17 dokter intensif yang diterjunkan khusus untuk mengawal kegiatan sejak start hingga finis.
“Beberapa titik kami isi lebih dari satu tim. Khusus di pemberangkatan dan di garis finis, tenaga medis yang kami tempatkan jumlahnya lebih banyak,” jelas Christine.
Dinkes juga menggandeng puskesmas yang berada di jalur lintasan yakni Puskesmas Bakung, Wonotirto, Suruhwadang, hingga Puskesmas Sutojayan. Seluruhnya disiagakan untuk memberikan layanan cepat apabila peserta mengalami kelelahan atau kondisi kesehatan lainnya.
Selain kesiapan medis, dinkes juga menekankan edukasi kepada peserta melalui technical meeting. Peserta diminta melakukan persiapan fisik jauh sebelum hari-H, termasuk latihan rutin, menjaga kondisi tubuh, serta memastikan kecukupan cairan.
“Kami minta panitia menyiapkan air di tiap pos, baik air putih maupun minuman ber-electrolyte. Air hangat juga kami siapkan sebagai antisipasi bila peserta mengalami kram atau kelelahan,” jelasnya.
Christine berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan rute panjang Balod dengan aman tanpa insiden kesehatan yang berat. “Kalau ada yang mulai tidak kuat, silakan langsung menuju pos terdekat. Tim kami sudah siap,” pungkasnya. (jar/c1/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah