Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Faktor Luas Wilayah, Pemadam Kebakaran Kabupaten Terkendala Armada hingga Jumlah Personel

Akhmad Nur Khoiri • Jumat, 19 Desember 2025 | 18:00 WIB
BERTUGAS: Petugas damkar tetap berupaya berikan pelayanan maksimal meski kekurangan armada dan personel.
BERTUGAS: Petugas damkar tetap berupaya berikan pelayanan maksimal meski kekurangan armada dan personel.

BLITAR - Keterbatasan sarana dan sumber daya manusia masih menjadi tantangan serius bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Blitar dalam memberikan layanan penanganan kebakaran maupun penyelamatan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, jumlah armada, personel, serta pos pemadam dinilai belum sebanding dengan luas wilayah dan potensi kejadian yang harus ditangani.

Kasi Pemadaman, Penyelamat. dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kondisi existing Damkar Kabupaten Blitar masih jauh dari ideal. Saat ini, Damkar Kabupaten Blitar hanya didukung 4 unit armada operasional, 3 unit pemukul, serta 1 unit kendaraan supply air.

Selain itu, fasilitas pendukung yang tersedia baru satu markas komando dan dua pos damkar yang tersebar di wilayah tertentu. “Kalau melihat kondisi di lapangan, secara unit maupun jumlah anggota kami masih kekurangan. Jadi memang sangat memerlukan tambahan,” kata Tedi Prasojo saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, dari sisi personel, Damkar Kabupaten Blitar saat ini hanya diperkuat oleh 32 anggota aktif. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan ideal, mengingat luas wilayah Kabupaten Blitar yang terdiri dari daerah perkotaan, perdesaan, hingga kawasan rawan kebakaran seperti permukiman padat, kawasan industri kecil, dan lahan pertanian.

Dengan jumlah personel yang terbatas, pembagian tugas saat terjadi kebakaran maupun operasi penyelamatan sering kali harus dilakukan secara maksimal dengan sumber daya yang ada. Kondisi ini menuntut anggota damkar untuk bekerja ekstra, terutama ketika terjadi kejadian secara bersamaan di lokasi yang berbeda.

Tedi menambahkan, keterbatasan armada juga menjadi kendala tersendiri dalam menjangkau lokasi kejadian yang jaraknya cukup jauh dari markas maupun pos damkar. Dalam beberapa kasus, waktu tempuh menjadi faktor krusial yang dapat memengaruhi besar kecilnya dampak kebakaran maupun keberhasilan proses penyelamatan.

“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan segala keterbatasan yang ada. Namun secara ideal, Kabupaten Blitar membutuhkan penambahan armada, pos damkar, serta personel agar penanganan bisa lebih cepat dan optimal,” ujarnya.

Dia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah terkait pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dan sumber daya manusia di damkar.

“Dengan dukungan yang memadai, Damkar Kabupaten Blitar diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, mempercepat respons penanganan, serta meminimalkan risiko kerugian akibat kebakaran dan kejadian darurat lainnya,” tutupnya. (kho/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#penanganan kebakaran #Kabupaten Blitar #sumber daya manusia #keterbatasan #Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan