Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Makna Hari Ibu di Mata Istri Wali Kota Blitar: Jadi Teladan Anak dan Mandiri dalam Segala Hal

M. Subchan Abdullah • Senin, 22 Desember 2025 | 17:47 WIB

 

 

PENDIDIK PERTAMA ANAK: Kesibukan Kharisa Rizqi Umami kian padat sejak sang suami, Syauqul Muhibbin, menjadi Wali Kota Blitar.
PENDIDIK PERTAMA ANAK: Kesibukan Kharisa Rizqi Umami kian padat sejak sang suami, Syauqul Muhibbin, menjadi Wali Kota Blitar.

BLITAR - Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial bagi Kharisa Rizqi Umami Muhibbin. Bagi istri Wali Kota Blitar itu, Hari Ibu adalah momentum refleksi atas perjuangan panjang perempuan Indonesia sekaligus ajakan agar kaum ibu terus berdaya dan berkarya di tengah perubahan zaman.

Kharisa menuturkan, jika menilik sejarah lahirnya Hari Ibu, peran perempuan dalam perjuangan bangsa sangat besar, terutama dalam memperjuangkan hak-haknya. Karena itu, Hari Ibu seharusnya tidak dimaknai sebatas ucapan atau hadiah, melainkan dorongan untuk terus mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial.

“Bagi saya sebagai seorang istri dan seorang ibu, Hari Ibu adalah momen yang sangat spesial. Mari kita jadikan hari ini sebagai pengingat untuk terus berdaya dan berkarya,” ujar Ketua TP PKK Kota Blitar ini kepada Koran ini, Minggu (21/12/2025).

Menurut Kharisa, saat ini kesempatan perempuan dan laki-laki sudah setara. Ketimpangan gender kian menipis sehingga perempuan memiliki ruang luas untuk berkontribusi di berbagai bidang. Kesempatan tersebut, katanya, harus dimanfaatkan sebaik mungkin tanpa melupakan jati diri sebagai ibu.

Sejak mendampingi suami menjabat Wali Kota Blitar, peran Kharisa pun ikut berubah. Jika sebelumnya ia hanya menjadi ibu bagi anak-anaknya, kini tanggung jawab moralnya meluas sebagai “ibu” bagi warga Bumi Bung Karno. Perubahan itu ia rasakan sebagai amanah besar yang terus ia pelajari.

“Saya sekarang tidak hanya menjadi ibu bagi anak-anak saya, tapi juga diharapkan bisa menjadi pengayom bagi masyarakat Kota Blitar. Tentu ini proses belajar, termasuk membagi waktu antara keluarga dan masyarakat,” tutur ibu dua anak ini.

Sejumlah amanah turut melekat di pundaknya, mulai dari Ketua PKK, Bunda PAUD, Bunda Genre, hingga Bunda Literasi. Kharisa berharap peran tersebut bisa dijalankan bersama-sama dengan instansi terkait dan masyarakat. Khusus sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi, ia ingin mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini serta meningkatkan kesadaran literasi yang tidak hanya sebatas membaca huruf, tetapi juga memahami lingkungan sekitar.

Di tengah era teknologi, Kharisa menekankan pentingnya peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anak. Dia mengutip ungkapan Al Ummu Madrasatul Ula, bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Pendidikan, menurutnya, bukan hanya soal akademik, melainkan juga pembentukan moral, akhlak, dan cara berinteraksi.

Tentang sosok ibu ideal, Kharisa menilai tidak ada ukuran yang sama bagi setiap orang. Namun baginya, ibu ideal adalah yang mampu menjadi istri yang baik, teladan bagi anak, serta mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada suami, termasuk secara ekonomi.

Baca Juga: Istri Wakil Bupati Blitar Berbagi Momen Spesial di Hari Ibu

Di momen Hari Ibu ini, Kharisa mengajak para ibu di Kota Blitar untuk terus berkarya sesuai potensi masing-masing. Namun ia mengingatkan, kesibukan di luar rumah tetap harus diimbangi dengan peran utama sebagai istri dan ibu. “Berdaya boleh, berkarya boleh, tapi jangan melupakan keluarga. Itu kuncinya,” pungkasnya.(*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kharisa Rizqi Umami Muhibbin #istri Wali Kota Blitar #hari ibu #perjuangan panjang perempuan Indonesia #momentum refleksi