BLITAR KAWENTAR- Realisasi belanja daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp 868 miliar. Hal itu sedikit meleset dari target belanja daerah yang ditetapkan sebesar Rp 956 miliar.
Tidak tercapainya target tersebut diduga dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi sejumlah program.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes mengatakan, belanja daerah yang terealisasi memang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil pelaksanaan program.
“Belanja daerah Kota Blitar 2025 terealisasi sebesar Rp 868 miliar dari target Rp 956 miliar. Hal ini karena adanya efisiensi pada beberapa program sehingga anggaran yang dicairkan sesuai kebutuhan,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (20/1).
Dia menjelaskan, belanja daerah terbesar masih didominasi belanja pegawai seperti gaji, belanja barang dan jasa, serta pemeliharaan. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.