BLITAR KAWENTAR – Fakta baru terkait kasus menantu yang nekat menghilangkan nyawa mertuanya di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, telah muncul. Hal ini lantaran anak korban, Zulfanur Rohman, 40, telah buka suara. Dia mengungkapkan, hubungan antara sang ibu dan sang istri yang merupakan tersangka sebenarnya baik, namun karena miskomunikasi jadi ada pertengkaran. Saat kejadian, dia baru saja pulang kerja dan menemukan sang ibu sudah bersimbah darah.
Kendati demikian, dia juga mengonfirmasi bahwa memang sempat terjadi perselisihan sebelum peristiwa nahas pada Senin (26/1) malam tersebut. "Awalnya cekcok terjadi saat pagi hari karena masalah lampu yang masih menyala di siang hari," ungkapnya, saat ditemui tim Radar Penataran.
Korban S, perempuan 70 tahun, berteriak pada Zulfanur, namun saat itu NV yang merupakan menantu korban tersinggung karena tidak suka jika ada yang berteriak-teriak. "Sebenarnya sudah biasa seperti itu," sambungnya.
Pascaperselisihan yang terjadi pagi itu, dia mengaku bekerja ke wilayah Kecamatan Sutojayan dan baru kembali pada sore harinya. Dia pulang sekitar pukul 17.30 WIB dan tiba selepas magrib serta memberikan uang untuk belanja kebutuhan pokok pada istrinya. Saat dia pulang, NV sempat di rumah RT setempat untuk mendapatkan nasihat lantaran sempat cekcok. "Saya juga sempat menitipkan uang kepada istri untuk diberikan pada ibu saya," tambahnya.
Pasca bertemu dengan NV, dia harus melanjutkan bekerja ke Tulungagung. Dia juga menyampaikan bahwa baru pulang ke rumah sekitar pukul 22.00. Kendati demikian, ketika dia pulang dan masuk ke dalam rumah, keadaannya sudah sepi. Dia berusaha mencari istri dan anaknya. "Saya menanyakan keberadaan istri dan anak kepada ibu saya. Namun, karena ibu tidak menjawab, saya langsung coba memeriksa dan menemukannya sudah bersimbah darah," paparnya.