Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pelajar SD-SMP Dominasi Pengunjung Perpustakaan Daerah Dispusip Kabupaten Blitar.

Satria Wira Yudha Pratama • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:32 WIB
Layanan perpustakaan keliling dan layanan terpadu yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar
Layanan perpustakaan keliling dan layanan terpadu yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar

BLITAR – Layanan perpustakaan keliling dan layanan terpadu yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar menunjukkan tingkat kunjungan yang tinggi sepanjang 2025. Dua layanan yang menjadi ujung tombak adalah layanan terpadu perpustakaan daerah (LTPD) dan layanan terpadu perpustakaan sekolah (LTPS).


‎‎Berdasarkan rekapitulasi layanan perpustakaan 2025, jumlah pengunjung LTPD dan LTPS terus mengalami fluktuasi dengan kecenderungan meningkat pada semester kedua. Kunjungan tercatat berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.


‎‎Kepala Dispusip Kabupaten Blitar, Jumali mengatakan, tingginya animo masyarakat menunjukkan layanan perpustakaan masih menjadi kebutuhan penting, khususnya dalam mendukung literasi dan pendidikan. “LTPD dan LTPS menjadi ujung tombak pelayanan perpustakaan kami," ucapnya
‎‎Adapun LTPD berhasil memperoleh 864 pengunjung laki-laki dan 881 pengunjung perempuan. Sementara itu, LTPS memperoleh 1.140 pengunjung laki-laki dan 1.115 pengunjung perempuan. "Keduanya menjangkau masyarakat secara langsung, baik melalui perpustakaan daerah maupun sekolah,” ujar Jumali.


‎‎Data mencatat layanan LTPS yang menyasar lingkungan sekolah menjadi salah satu kontributor terbesar jumlah kunjungan. Pelajar tingkat SD dan SMP mendominasi pemanfaatan layanan ini, terutama pada Agustus hingga November 2025. LTPD juga mencatatkan kunjungan signifikan dari masyarakat umum.

Peningkatan kunjungan terjadi seiring intensifikasi program literasi dan penguatan layanan berbasis komunitas. “LTPD tidak hanya menyediakan buku bacaan, tetapi juga ruang belajar, referensi, dan kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat secara langsung,” jelasnya.


‎‎Jumali menambahkan, keberhasilan LTPD dan LTPS tidak lepas dari dukungan infrastruktur perpustakaan di Kabupaten Blitar. Saat ini terdapat 730 perpustakaan yang berada dalam kewenangan pembinaan.

Terdiri dari perpustakaan desa atau kelurahan, perpustakaan SD, SMP, serta taman baca masyarakat. Keberadaan jaringan perpustakaan ini memperkuat ekosistem literasi dan memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan yang berkualitas. “Kami terus mendorong agar layanan perpustakaan, khususnya LTPD dan LTPS, semakin adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#perpustakaan sekolah #perpustakaan keliling #Dispusip Kabupaten Blitar #LTPD #LTPS