BLITAR KAWENTAR – Kereta Api Indonesia (KAI) mempersiapkan angkutan Lebaran secara matang dari sejumlah aspek.
Tidak hanya dari sarana dan prasarana, tetapi juga aspek sumber daya manusia (SDM).
Lesiapan SDM menjadi faktor penting, khususnya untuk memastikan keamanan sarana dan prasarana kereta api (KA).
”Ya, tenaga sarana perkeretaapian ini kami ikutkan diklat. Tujuannya meningkatkan kompetensi, pemahaman, serta kesiapsiagaan awak sarana dalam menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan.
Keselamatan perjalanan kereta api adalah yang utama, dan itu dimulai dari SDM yang kompeten,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari.
Adapun fokus materi yang diberikan tentang seputar keamanan, regulasi operasional hingga teknik penanganan gangguan.
Tak sekadar pemberian materi, tetapi juga simulasi. Seperti materi safety refreshing, yakni mengenai budaya keselamatan dan mitigasi risiko, regulasi operasional tentang pendalaman Peraturan Dinas (PD) terkait tugas dan wewenang Awak Sarana hingga teknik penanganan gangguan, yakni mengenai cara mengatasi gangguan operasional di lintas, khususnya untuk lokomotif jenis CC 201, CC 203, dan CC 204.
Selain itu, ada juga simulasi mengatasi gangguan operasional secara langsung pada lokomotif.
Simulasi ini dirancang agar awak KA memiliki ketepatan dan kecepatan dalam menerapkan pedoman kerja saat menghadapi kondisi emergency.
Pihaknya berharap kualitas SDM yang dihasilkan dari diklat mampu mendukung terciptanya operasional perkeretaapian yang selamat, andal, dan profesional.
"Kami ingin masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api pada masa Lebaran nanti merasa aman dan nyaman," tandasnya. (sub/ady)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama