BLITAR KAWENTAR - Dominasi Generasi Z dan Milenial dalam struktur kependudukan Indonesia diprediksi akan mengubah total wajah tradisi pernikahan di masa depan.
Berdasarkan data proyeksi 2025, gabungan kedua generasi ini mencapai angka 54 persen dari total populasi.
Dengan jumlah tersebut, mereka bukan lagi sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi motor penggerak budaya baru yang permanen.
Dosen Sosiologi Unisba Blitar, Dimas Putra Wijaya mengatakan, media sosial seperti Instagram dan TikTok memegang peranan kunci dalam menggeser standar "pernikahan ideal". Jika dulu kemegahan diukur dari banyaknya tamu yang memenuhi gedung, kini validasi sosial dicari melalui estetika visual dan narasi autentik yang terkurasi dengan apik di ruang digital.
"Di ruang digital, pernikahan dipersepsikan sebagai konten visual. Algoritma cenderung mengungguli konten yang terasa personal dan estetik, seperti garden wedding yang intim.
Ini membentuk imajinasi kolektif bahwa pernikahan yang bermakna adalah yang terbatas namun tasteful," jelas Dimas.
Pengakuan sosial pun bergeser; dari kehadiran fisik ribuan orang menjadi engagement berupa likes dan komentar di media sosial.
Hal ini sejalan dengan perubahan modal simbolik. Kehormatan keluarga tidak lagi dipertunjukkan melalui keramaian kolektif, melainkan melalui pengalaman unik yang dirasakan langsung oleh pasangan.
Dimas memprediksi bahwa intimate wedding akan menjadi "normal baru" yang menetap, mengingat mayoritas penduduk ke depan adalah mereka yang dibesarkan dalam budaya digital dan rasionalitas ekonomi.
Namun, ia menitipkan pesan penting bagi para calon pengantin. Mengikuti tren jangan sampai membuat buta terhadap konteks lingkungan.
"Penting bagi Gen Z untuk bertanya pada diri sendiri, apakah pilihan ini sesuai dengan kemampuan dan konteks sosial mereka? Hargailah nilai lokal tanpa harus tunduk sepenuhnya," tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pernikahan intim bukan hanya terletak pada indahnya dekorasi yang diunggah ke media sosial, melainkan pada kemampuan pasangan menjaga keseimbangan antara pilihan personal dan harmoni dengan lingkungan sosial sekitarnya. (sub/ady)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama