BLITAR KAWENTAR - Suara bola yang memantul ke dinding lapangan berpadu dengan tawa para pemain terdengar silih berganti.
Sejumlah pengunjung tampak asyik bertanding, sementara di sisi lain beberapa pemain mengikuti latihan bersama pelatih.
Suasana ramai namun tetap kondusif itu menggambarkan antusiasme masyarakat yang tengah menikmati olahraga padel.
Olahraga anyar ini mirip dengan tenis. Dimainkan secara berkelompok atau masing-masing dua orang.
Di Blitar, olahraga permainan ini mulai digandrungi berbagai kalangan, khususnya anak muda.
Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha.
Adalah Frenny, pelaku usaha warga Kecamatan Kanigoro yang tengah menekuni padel.
Pelaku usaha floris ini mengaku suda rutin bermain padel untuk mengisi waktu luangnya. Sejak padel jadi tren, dia penasaran dan tertarik untuk mencoba olahraga tersebut.
Dia mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri turun ke lapangan. Awalnya ketertarikan muncul karena rasa penasaran terhadap olahraga yang terbilang baru.
Namun, seiring waktu, padel justru menjadi aktivitas yang benar-benar ia tekuni.
Menurut Frenny, padel memiliki daya tarik tersendiri dibanding olahraga lain.
Permainannya tidak terlalu cepat, tetapi menuntut kesabaran dan strategi dalam mengendalikan bola.
”Ini jadi tantangan tersendiri yang membuat saya semakin tertarik untuk terus bermain. Mainnya santai, tapi ada tantangan dan misinya,” ujarnya kepada Koran ini, Jumat (6/2) pekan lalu.
Tak hanya soal fisik, Frenny juga merasakan dampak sosial dari aktivitas tersebut. Melalui padel, dia bertemu banyak orang dari latar belakang berbeda dan membangun relasi baru.
Bahkan, relasi yang terjalin kerap berlanjut pada saling dukung antar pelaku usaha. “Rasanya seperti olahraga yang sekalian jadi tempat membangun relasi.
Tak sekadar dapat sehat, tetapi juga tambah teman baru,” katanya.
Meski sering merasa pegal setelah bermain, Frenny mengaku tetap ketagihan karena suasana yang seru dan kebersamaan dengan para pemain lain.
”Rasa pegal dan lelahh itu wajar setelah olahraga, tetapi terpenting pikiran kita jadi lebih segar,” tuturnya.
Pengalaman berbeda datang dari Zahra, mahasiswi yang mengisi masa libur kuliah dengan berbagai aktivitas olahraga.
Berbekal latar belakang tenis dan bulu tangkis, dia menilai padel sebagai olahraga yang seru dan mudah dimainkan.
Awalnya hanya mengikuti ajakan keluarga dan teman, Zahra kini rutin bermain karena merasakan manfaat fisik sekaligus kesempatan memperluas relasi. “Dapat keringat, dapat teman juga,” ujarnya.
Bagi Zahra, padel cocok dimainkan oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Dia melihat olahraga ini tidak hanya memberi kebugaran fisik, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial.
Bahkan, Zahra sudah mengikuti beberapa turnamen dan event serta berencana kembali ikut untuk menambah pengalaman bermain.
Antusiasme para pemain yang terus berdatangan menunjukkan bahwa padel bukan sekadar tren sesaat.
Bagi pengunjung seperti Frenny dan Zahra, padel telah menjadi ruang baru untuk berolahraga, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan dalam suasana yang santai namun kompetitif.(*/c1/sub)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama