Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Dinkes Sebut Virus Nipah Belum Ditemukan di Blitar, Tapi Minta Masyarakat Lakukan Pencegahan Ini

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:15 WIB
‎Virus Nipah Masih Nihil Kasus ‎Dinkes Sudah Terbitkan SE
‎Virus Nipah Masih Nihil Kasus ‎Dinkes Sudah Terbitkan SE

BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah.

Edukasi ini disampaikan melalui sejumlah materi informasi yang menjelaskan pengertian, cara penularan, gejala, hingga langkah pencegahan virus zoonosis tersebut.

Dalam perkembangannya, virus Nipah di wilayah Kabupaten Blitar masih terpantau nihil kasus.


‎‎Virus Nipah atau NiV merupakan virus yang bersifat zoonosis, yakni dapat menular dari hewan ke manusia.

Inang alami virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1998 dan dilaporkan muncul di kalangan peternak babi di Malaysia, tepatnya di Kampung Sungai Nipah.


‎‎Dinkes Kabupaten Blitar menjelaskan, penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa mekanisme.

Penularan bisa terjadi akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi, termasuk melalui cairan tubuh hewan berupa air liur, urine, darah, maupun feses.

Selain itu, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira aren mentah yang tercemar cairan tubuh kelelawar, juga berpotensi menjadi sumber penularan.

"Virus ini juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita atau cairan tubuhnya, seperti droplet, darah, dan urine," jelas Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati.


‎‎Gejala infeksi virus Nipah dapat bervariasi, mulai dari keluhan ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, nyeri otot atau mialgia, serta muntah.

Pada kasus berat, infeksi dapat menyebabkan peradangan otak. Dinkes mencatat, gejala virus Nipah umumnya muncul dalam rentang waktu 4 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus.


‎‎Hingga saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, Dinkes Kabupaten Blitar menekankan upaya pencegahan menjadi kunci utama.

‎Masyarakat diimbau tidak mengonsumsi nira atau aren secara langsung dari pohonnya, serta memastikan buah yang dikonsumsi telah dicuci bersih dan tidak dalam kondisi tergigit. "Makanan juga harus dimasak hingga matang sempurna," sambungnya.


‎‎Selain itu, masyarakat diminta menggunakan alat pelindung diri saat merawat orang sakit atau menangani hewan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah kontak dengan hewan atau lingkungan berisiko.

Kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan babi, maupun hewan yang sakit, juga perlu dihindari.


‎‎Di samping itu, pihak Dinkes Kabupaten Blitar mengaku sudah melakukan upaya pencegahan dengan menjalin komunikasi kepada fasilitas kesehatan.

"Sudah kami buat surat edaran untuk faskes, klinik, hingga dokter praktik mandiri supaya waspada jikalau menemukan kasus tersebut," tutup dr Christine. (kho/c1/ynu)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#dr Christine Indrawati #pencegahan penyakit #virus nipah #dinkes kabupaten blitar #gejala virus nipah