BLITAR KAWENTAR - Bukber bagi Gen Z kini tak lagi dimaknai sebatas tradisi tahunan saat Ramadan. Menurut Putri Velis, publik figur, bukber justru berkembang menjadi social experience yang lebih santai dan personal.
Bukan hanya soal makan bersama, melainkan juga momen untuk reconnect, berbagi cerita, dan melepas rindu di tengah rutinitas digital yang padat.
Dokumentasi menjadi bagian penting, mulai dari foto OOTD, video estetik, hingga konten TikTok untuk medsos.
Karena itu, Gen Z cenderung memilih tempat yang estetik, nyaman, dan instagramable. “Dari sisi penampilan, gaya kasual yang nyaman tetap jadi andalan, seperti jins longgar dipadukan atasan oversized yang sopan namun tetap stylish,” jelas Putri Velis.
Sementara itu, sebagai Gen Z, Dinda Sinansari menilai bukber adalah momen reset connection di tengah dunia yang serba cepat dan digital.
Meski sehari-hari akrab dengan chat, DM, dan likes, pertemuan langsung saat bukber menghadirkan kehangatan yang tak tergantikan.
Bagi Gen Z, nilai utama bukber bukan kemewahan atau jumlah orang yang hadir, melainkan kenyamanan dan kecocokan suasana.
Tempat dengan vibes yang pas, sedikit estetik untuk konten, dan ramah di kantong menjadi pilihan utama. Dengan bujet sekitar Rp 25–35 ribu, bukber tetap bisa dinikmati tanpa beban.
Yang tak kalah penting, acara selesai tepat waktu agar tetap bisa menjalankan salat Isya dan Tarawih.
“Bagi Gen Z, bukber bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga upaya menjaga makna dan berkah Ramadan,” ungkap Dinda Sinansari. (bud/c1/ynu)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama