Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

KAI Mulai Intensif Cek Keamanan Lokomotif KA Lebaran di Depo Kereta Blitar

M. Subchan Abdullah • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:08 WIB

Intensif Cek Keamanan Lokomotif Depo KA Persiapan Mudik Lebaran
Intensif Cek Keamanan Lokomotif Depo KA Persiapan Mudik Lebaran

BLITAR KAWENTAR - Peningkatan keselamatan terhadap perjalanan kereta api (KA) menjelang momen mudik Lebaran terus dimaksimalkan. Salah satunya pada sarana perkeretaapian.


Hal itu dilakukan guna memastikan kesiapan KA untuk mengangkut ribuan penumpang di masa angkutan Lebaran 1447 H. Selain itu juga menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama periode mudik dan balik.


Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, seluruh armada lokomotif dan kereta yang ada di wilayah kerja Daop 7 tengah menjalani perawatan intensif di Depo Lokomotif Madiun maupun Depo Kereta Blitar.


"Perawatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menyiapkan sarana yang andal laik operasi menjelang masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah / Tahun 2026.

Harapannya, pada periode pelaksanaan masa Angkutan Lebaran yang dimulai 11 Maret hingga 1 April 2026, perjalanan KA dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis," terangnya, kemarin (2/3).


Untuk mendukung operasional selama masa angkutan Lebaran, Daop 7 Madiun menyiagakan total 10 unit lokomotif dan 94 unit kereta. Perinciannya, jenis sarana lokomotif sebanyak 10 unit, terdiri dari 6 unit seri CC 201 dan 4 unit seri CC 203.

Lalu, kereta penumpang sebanyak 78 unit kereta kelas eksekutif dan ekonomi, kereta makan dan pembangkit (MP) 5 unit, 4 kereta makan (M1), 4 kereta Pembangkit (P) dan Kereta Bagasi (B) sebanyak 3 unit guna mendukung layanan logistik dan bagasi.


Adapun bagian pada lokomotif yang dilakukan pengecekan dan perawatan meliputi lampu sorot, sistem kelistrikan, spedometer, wiper, serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis. Pemeriksaan intensif pada bagian bogey (roda) dan alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan.

”Kemudian memastikan seluruh fasilitas di dalam kereta (AC, toilet, kursi, dan lampu penerangan) berfungsi dengan baik, andal, dan laik operasi,” jelasnya.


Nah, apabila dalam pengecekan ditemukan komponen yang sudah aus atau melebihi batas toleransi pemakaian, maka penggantian akan segera dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.


Sesuai rencana, sepuluh lokomotif tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk menarik rangkaian kereta unggulan. KA tersebut yaitu KA Madiun Jaya, KA Bangunkarta, KA Singasari, KA Brantas, KA Kahuripan, dan KA Brantas Tambahan.


"Skema operasional, kami buat fleksibel. Ada lokomotif yang beroperasi, ada yang siaga sebagai cadangan, dan ada yang menjalani perawatan rutin. Hal ini untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul,” pungkasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Depo Kereta Blitar #Angkutan Lebaran 1447 H #kai daop 7 madiun #Mudik Lebaran 2026 #perawatan lokomotif