BLITAR KAWENTAR - Ribuan umat Hindu mengikuti upacara Melasti sebagai rangkaian menyambut perayaan Hari Raya Nyepi di Pantai Jalasutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates.
Ritual penyucian diri dan sarana upacara tersebut menjadi tradisi yang terus berlangsung setiap tahun dan jumlah pesertanya semakin meningkat.
Ketua Panitia Upacara Melasti Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Blitar, Setiyoko mengatakan, upacara tahun ini mengusung tema Vasudeva Kutumbakam Satu Bumi Satu Keluarga.
Artinya, semua yang ada di bumi ini satu keluarga sehingga semua ciptaan Tuhan itu adalah keluarga.
Pelaksanaan Melasti tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Melasti yang sekarang lebih banyak lagi umatnya. Dari tahun ke tahun, minat umat semakin meningkat,” katanya.
Dia melanjutkan, meningkatnya jumlah peserta membuat area parkir hingga akses menuju lokasi semakin padat. Meski begitu, infrastruktur menuju lokasi dinilai semakin baik sehingga mampu mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam tradisi Hindu, Upacara Melasti merupakan ritual penyucian pratima serta pembersihan diri umat sebelum memasuki rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi.
Laut dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena dipercaya sebagai pusat penyucian alam semesta.
“Filosofinya laut adalah pusat untuk membersihkan semuanya, baik secara rohani maupun kotoran yang ada pada diri kita. Jadi ini menyucikan diri sebelum ritual selanjutnya,” jelasnya.
Ritual tersebut juga ditandai dengan pelarungan atau melempar sesaji ke laut sebagai simbol pembersihan alam dan bentuk rasa bakti kepada Tuhan. Tiga gunungan sesaji hasil bumi dilempar ke laut, termasuk ayam dan kambing.
Setelah Melasti, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh dan ritual Tawur Kesanga pada Rabu (18/3).
Keesokan harinya umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian atau Hari Raya Nyepi, kemudian dilanjutkan dengan Ngembak Geni pada hari berikutnya.
Upacara Melasti di Pantai Jolosutro sendiri telah dilaksanakan lebih dari tiga dekade. Selain diikuti umat Hindu dari Kabupaten Blitar, beberapa rombongan juga datang dari luar daerah, seperti Kabupaten Malang.
Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menyampaikan, kegiatan Upacara Melasti merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Nyepi umat Hindu di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar.
Pelaksanaan Upacara Melasti di Pantai Jolosutro menunjukkan perkembangan positif setiap tahunnya, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas pelaksanaan ritual.
Dia juga menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Harapannya, seluruh rangkaian perayaan Nyepi dapat berjalan lancar serta terus menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Blitar.
“Saya bersyukur yang kami lihat ini perubahannya luar biasa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Umat Hindu yang datang lebih banyak, sesajinya juga semakin bagus. UMKM juga lebih hidup. Ini yang sangat baik,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.