Blitar - Lebaran tinggal menghitung hari, anak-anak yatim piatu menampakkan wajah bahagia. Usai diajak berbelanja baju baru dan perlengkapan sekolah oleh Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Blitar Raya, Rabu (11/3). Kegiatan ini kolaborasi antara IJTI Blitar Raya dan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Blitar.
Anak-anak yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Blitar tersebut diajak berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pakaian Lebaran sekaligus perlengkapan sekolah. Tahun ini jumlah penerima manfaat meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2025 yang hanya menjangkau 50 anak.
Ketua IJTI Blitar Raya, Robby Ridwan, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin organisasi jurnalis televisi tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial kepada anak-anak yatim.
“Ini merupakan agenda rutin IJTI Blitar sejak beberapa tahun lalu. Kami ingin menumbuhkan rasa optimistis pada anak-anak, karena mereka inilah yang akan memelihara negeri ini di masa depan, termasuk meneruskan tongkat estafet dunia jurnalistik,” ujarnya.
Robby mengakui tantangan profesi jurnalis saat ini tidak ringan. Namun, menurutnya kondisi tersebut bukan alasan untuk berhenti berbagi dan peduli terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian.
“Meskipun pers di Indonesia belum sepenuhnya dihargai, kami ingin membuktikan bahwa segala kekurangan yang kami rasakan bukan akhir bagi masa depan anak-anak kita. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kegiatan ini akhirnya bisa terwujud,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, setiap anak mendapatkan alokasi belanja sebesar Rp 400 ribu. Dana itu digunakan untuk membeli baju Lebaran serta perlengkapan sekolah guna menunjang kebutuhan pendidikan mereka.
Ketua BAZNAS Kabupaten Blitar, H. Achmad Lazim, mengapresiasi langkah para jurnalis yang terlibat dalam aksi sosial tersebut. Menurutnya, partisipasi insan pers sangat membantu dalam menyebarkan semangat berbagi melalui zakat dan infak.
“Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman jurnalis. BAZNAS hadir untuk memastikan amanah muzakki tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dilakukan agar anak-anak di pelosok daerah tetap merasakan kepedulian masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Di hari kemenangan nanti, jangan sampai ada air mata kesedihan. Yang ada hanya tawa bahagia karena mereka merasa dicintai oleh masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana