Steam Deck OLED Masih Menarik di 2026, tapi Ada 4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan

JAKARTA - Persaingan handheld PC semakin ramai pada 2026 dengan hadirnya berbagai perangkat berbasis Windows. Di tengah persaingan tersebut, Steam Deck OLED buatan Valve masih memiliki sejumlah daya tarik, terutama layar OLED, SteamOS, desain, dan harga di pasar Indonesia.
Steam Deck dikenal sebagai perangkat yang ikut mempopulerkan kategori handheld PC modern. Setelah versi LCD, Valve menghadirkan Steam Deck OLED dengan layar 7,4 inci sebagai pembaruan dari generasi sebelumnya.
Namun, perangkat tersebut juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan calon pembeli.
Baca Juga: Es Pleret Pak Tjip, Kesegaran Legendaris Sejak 1989 yang Masih Diburu di Kota Blitar
Layar OLED dan Dual Trackpad Jadi Daya Tarik
Salah satu perubahan paling terlihat pada Steam Deck OLED adalah penggunaan layar OLED 7,4 inci. Panel tersebut menawarkan tampilan yang lebih vibrant dan dinilai nyaman untuk bermain game.
Selain layar, kualitas bodi dan grip juga menjadi salah satu keunggulan yang disoroti. Bentuk perangkat masih terasa nyaman digunakan, sementara peningkatan pada beberapa bagian, termasuk baterai, membuat versi OLED berbeda dari Steam Deck LCD.
Steam Deck juga memiliki dua trackpad di sisi kiri dan kanan. Fitur ini dapat membantu ketika memainkan game yang membutuhkan kontrol seperti mouse, terutama game strategi yang umumnya lebih nyaman dimainkan menggunakan pointer.
Dual trackpad tersebut menjadi salah satu ciri khas Steam Deck karena tidak banyak handheld PC lain yang menawarkan konfigurasi serupa dengan ukuran yang sama.
SteamOS Dirancang untuk Pengalaman Gaming
Alasan lain yang membuat Steam Deck OLED masih menarik adalah SteamOS. Sistem operasi tersebut dirancang untuk perangkat Steam Deck sehingga pengalaman navigasi dan gaming terasa lebih terintegrasi.

