Hari Baik Membeli Kendaraan Menurut Primbon Jawa, Hindari Jumat dan Hari Naas

JAKARTA - Hari baik membeli kendaraan menurut Primbon Jawa menjadi perhatian bagi sebagian masyarakat yang masih memegang tradisi perhitungan weton dan penanggalan Jawa. Pemilihan hari dipercaya dapat membawa keselamatan bagi pemilik, pengendara, serta kendaraan agar awet dan tidak mudah mengalami kerusakan.
Dalam tradisi yang dibagikan melalui kanal YouTube Bataji, calon pembeli kendaraan bermotor disarankan memperhatikan jumlah neptu hari dan pasaran. Perhitungan tersebut berlaku untuk pembelian kendaraan roda dua maupun roda empat.
Hari Baik Membeli Kendaraan Menurut Primbon Jawa
Menurut penjelasan dalam video, calon pembeli dianjurkan memilih hari dengan jumlah neptu genap. Salah satu contoh yang disebutkan adalah Minggu Legi, dengan perhitungan neptu Minggu 5 dan Legi 5 sehingga totalnya 10.
Perhitungan ini merupakan bagian dari tradisi kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak ada bukti ilmiah bahwa pemilihan hari berdasarkan neptu dapat menjamin kendaraan lebih awet atau pengendara terhindar dari kecelakaan.
Hari yang Sebaiknya Dihindari
Dalam penjelasan tersebut, hari Jumat juga disarankan untuk dihindari saat membeli kendaraan bermotor. Menurut kepercayaan yang disampaikan, kendaraan yang dibeli pada hari itu dianggap lebih rentan mengalami kerusakan.
Selain itu, calon pembeli diminta memperhatikan hari naas keluarga, termasuk hari meninggalnya orang tua atau mertua. Video tersebut juga menyinggung istilah sangar tahun dalam tradisi penanggalan Jawa.
Namun, ketentuan hari naas dan perhitungannya dapat berbeda menurut tradisi keluarga maupun daerah. Karena itu, masyarakat yang mengikuti perhitungan tersebut perlu memahami aturan adat yang digunakan.
Keselamatan Berkendara Tetap Menjadi Prioritas
Pemilihan hari baik dapat menjadi bagian dari tradisi atau ikhtiar budaya bagi masyarakat yang mempercayainya. Meski demikian, keselamatan berkendara tetap lebih bergantung pada kondisi kendaraan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, dan keterampilan pengemudi.
Calon pembeli sebaiknya memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta melakukan pemeriksaan sebelum digunakan. Dengan begitu, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama saat membeli kendaraan baru maupun bekas.



