BLITAR - Membeli rumah, keputusan besar yang melibatkan banyak pertimbangan. Salah satu faktor yang sering menjadi perhatian adalah lokasi rumah tersebut. Rumah yang berdekatan dengan dataran tinggi seringkali dihindari oleh banyak orang karena berbagai alasan.
Salah satu alasan utama mengapa rumah dekat kuburan kurang diminati adalah kesulitan dalam menjualnya kembali. Pembeli Calon seringkali merasa enggan untuk tinggal di dekat kuburan karena stigma negatif dan kepercayaan mistis yang melekat padanya. Akibatnya, nilai jual rumah bisa menurun, dan pemilik rumah akan kesulitan mendapatkan harga yang sesuai jika ingin menjualnya.
Selain sulit dijual, rumah dekat kuburan juga seringkali sulit mendapatkan pembiayaan dari bank. Bank biasanya melakukan survei terhadap lokasi rumah sebelum menyetujui pengajuan KPR. Jika rumah terletak dekat dengan kuburan, bank cenderung menolak permohonan KPR karena khawatir rumah akan sulit dijual jika terjadi kredit macet. Hal ini tentu menjadi kendala besar bagi mereka yang mengandalkan KPR untuk membeli rumah.
Mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat juga menjadi alasan mengapa rumah dekat kuburan dihindari. Banyak orang percaya bahwa kuburan memancarkan energi negatif (Yin) yang dapat mengganggu ketentraman dan kesehatan penghuni rumah.
Dalam feng shui, rumah dekat kuburan dianggap tidak baik karena dapat mempengaruhi nasib dan kesejahteraan. Energi negatif dari kuburan yang diyakini dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari sakit-sakitan hingga kesialan.
Sumber air yang kurang sehat juga menjadi pertimbangan penting. Lokasi rumah yang dekat dengan kuburan berpotensi memiliki kualitas air tanah yang buruk. Udara tanah dapat tercemar oleh zat-zat kimia dan cairan dari mayat yang membusuk.
Baca Juga: DLH Soroti Kualitas Udara di Kabupaten Blitar yang Terus Menurun, Ini Faktor Penyebabnya
Mengonsumsi udara yang tercemar tentu dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, jika tinggal di dekat kuburan, disarankan untuk menggunakan sumber udara yang terjamin seperti udara dari PAM.
Rumah yang dekat dengan kuburan seringkali dianggap angker dan menakutkan. Banyak orang yang merasa tidak nyaman dan takut tinggal di lingkungan yang dekat dengan kuburan, terutama pada malam hari. Perasaan takut dan cemas ini dapat mempengaruhi kesehatan psikologis penghuni rumah. Bagi mereka yang penakut, tinggal di dekat kuburan bukanlah pilihan yang bijak.
Dalam perspektif feng shui, rumah dekat kuburan diyakini memancarkan energi negatif yang dapat mengganggu ketentraman penghuninya. Energi negatif ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, hubungan, dan karir.
Baca Juga: Simak Lokasi Sementara Perayaan Imlek Kelenteng Poo An Kiong Pasca Kebakaran di Kota Blitar
Untuk menciptakan keseimbangan energi, disarankan untuk menjauhkan rumah dari area pemakaman, membangun taman dengan elemen api, memberikan penerangan yang cukup, dan menciptakan desain interior yang nyaman dan berwarna.
Meskipun ada beberapa mitos dan kepercayaan negatif tentang rumah dekat kuburan, ada juga beberapa fakta yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah harga tanah di dekat kuburan yang cenderung lebih murah.
Bagi sebagian orang, harga yang lebih terjangkau mungkin menjadi daya tarik utama, terutama di perkotaan dengan harga properti yang tinggi. Selain itu, beberapa orang mungkin tidak mempermasalahkan mitos dan kepercayaan yang berkembang, sehingga tetap nyaman tinggal di dekat kuburan.
Namun, secara keseluruhan, ada lebih banyak alasan untuk menghindari membeli rumah dekat kuburan daripada keuntungannya. masalah dalam menjual kembali, masalah pembiayaan KPR, mitos negatif, potensi masalah kesehatan, dan ketidaknyamanan psikologis adalah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, sebaiknya lakukan survei lokasi dan pertimbangkan semua aspek yang mungkin mempengaruhi kualitas hidup. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah