BLITAR - Ramadan 2025 diprediksi akan memiliki nuansa yang lebih modern dan digital, seiring dengan perkembangan teknologi dan tren yang terus berubah. Semakin banyak umat Muslim yang memanfaatkan aplikasi islami untuk membaca Al-Qur’an, mencari jadwal imsakiyah digital, hingga mengikuti kajian online.
Media sosial juga akan dipenuhi dengan challenge ibadah seperti “30 Hari One Juz” atau “30 Hari Tarawih,” yang menginspirasi banyak orang untuk lebih semangat dalam beribadah.
Di sisi lain, tren kuliner khas Ramadan juga akan semakin variatif. Setiap tahun selalu ada makanan atau minuman yang viral, dan di tahun 2025, kemungkinan akan muncul inovasi takjil yang lebih sehat dan kekinian, seperti smoothie bowl atau infused water.
Tempat makan dan restoran juga akan semakin kreatif dalam menawarkan promo berbuka puasa yang menarik. Selain itu, ngabuburit yang biasanya diisi dengan jalan-jalan sore kini mulai bergeser ke aktivitas yang lebih interaktif, seperti mengikuti kajian online, membuat konten Ramadan, atau berburu promo diskon di e-commerce.
Semangat berbagi di bulan suci ini juga akan semakin terasa dengan cara-cara modern.
Donasi digital melalui aplikasi crowdfunding dan dompet digital mempermudah masyarakat untuk membantu sesama, sementara gerakan berbagi makanan gratis seperti “Gerakan Takjil Gratis” semakin banyak didukung oleh komunitas dan sosial media.
Tidak ketinggalan, aesthetic Ramadan juga akan menjadi tren di berbagai platform digital.
Dari unggahan momen berbuka puasa, outfit Ramadan yang stylish, hingga video tarawih berjamaah di masjid akan menghiasi feed Instagram dan TikTok, memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk lebih menikmati Ramadan.
Meski tren dan kebiasaan terus berkembang, esensi Ramadan tetaplah sama, yaitu sebagai bulan penuh keberkahan untuk meningkatkan ibadah, menjaga hati, dan berbagi kebaikan.
Dengan kemudahan teknologi dan tren yang semakin positif, Ramadan 2025 akan menjadi momen yang lebih bermakna dan berkesan bagi banyak orang. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah