Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sensasi Mancing di Tanggul Pemecah Ombak Pantai Tambakrejo Blitar

Agus Muhaimin • Minggu, 4 Mei 2025 | 20:10 WIB
LICIN: Para pemancing harus hati-hati karena pemecah ombak yang terbuat dari beton di spot ini berlumut.
LICIN: Para pemancing harus hati-hati karena pemecah ombak yang terbuat dari beton di spot ini berlumut.

 

BLITAR - Pantai Tambakrejo tak hanya menyimpan pesona wisata bahari yang memikat. Di balik debur ombak dan lalu-lalang perahu nelayan, kawasan ini menyimpan satu lagi daya tarik. Yakni, spot mancing yang menantang adrenalin para angler. 

Tepatnya di sisi selatan pelabuhan atau jalur tanggul pemecah ombak, para pemancing dari berbagai penjuru kerap berkumpul mengadu teknik, umpan, dan ketangkasan.

Spot ini memang bukan untuk pemula. Struktur karangnya yang padat membuat pemancing dituntut cekatan. Sedikit lengah saja, maka umpan—baik berupa udang hidup, minow, metal jig, atau soft lure—akan melayang sia-sia, tersangkut karang atau dilahap ikan tanpa jejak.

“Kalau telat sedikit narik, ya sudah… nyajen,” ujar Malik, salah satu pemancing yang rutin datang ke Tambakrejo hampir setiap akhir pekan.

Warga Desa Tumpakkepuh ini menyebut istilah "nyajen" sebagai candaan untuk menggambarkan umpan yang raib begitu saja.
Malik biasanya tiba di lokasi saat subuh atau menjelang senja.

Menurutnya, dua waktu itu merupakan saat terbaik karena ikan sedang dalam fase aktif berburu makan.

“Kalau pagi dan sore, ikan lebih agresif. Jadi peluang strike-nya lebih besar,” ucapnya, sembari menunjukkan perlengkapannya yang sudah disiapkan sebelumnya.

Beragam jenis ikan karang bisa dijumpai di perairan sekitar tanggul. Mulai dari Babi GT—sejenis giant trevally berukuran kecil—hingga berbagai jenis ikan karang lainnya yang gesit dan lihai menyambar umpan.

Sementara itu, Pinaryanto, pemancing lain yang kerap mengisi akhir pekannya di tempat sama, memilih teknik berbeda. Dia lebih suka menggunakan joran ringan (light tackle) yang membuat sensasi tarikan ikan, meski kecil sekalipun, terasa lebih menegangkan.

“Kalau pakai joran light, ikan ukuran tangan pun tarikannya terasa luar biasa. Sensasinya beda,” ungkapnya.

Dalam memilih umpan, Pinaryanto tak terpaku satu jenis. Dia menyesuaikannya dengan musim dan kondisi air. Kadang ia membawa metal jig saat arus kuat atau menggunakan soft lure saat air tenang. Minow juga jadi andalan kala ikan sedang banyak bergerak di permukaan.

Tambakrejo seolah menjadi panggung kecil bagi mereka yang mencari ketenangan, tantangan, sekaligus kejutan dari dalam laut. Bagi para pemancing, setiap tarikan bukan sekadar hasil, melainkan juga cerita yang layak dibawa pulang. (hai/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#nelayan #Kabupaten Blitar #Pantai Tambakrejo #spot #wisata bahari #mancing #sensasi #Pemecah Ombak #perahu