BLITAR - PSHT merupakan organisasi perguruan silat tertua di Indonesia.
Menurut data dari Kemdikbud, PSHT telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2019.
PSHT sebagai salah satu pelopor pencak silat turut berkontribusi dalam pengajuan tersebut. PSHT adalah kepanjangan dari Persaudaraan Setia Hati Terate, berdiri sejak tahun 1922.
PSHT tidak hanya mengajarkan jurus-jurus silat, tetapi juga nilai-nilai luhur persaudaraan, disiplin, dan cinta tanah air budaya Indonesia.
Sejak era pendirinya, Ki Hajar Harjo Utomo, PSHT telah menjadi simbol perjuangan melawan penjajah dan identitas bangsa.
PSHT menjaga filosofi silat tradisional, seperti falsafah bunga teratai yang melambangkan tiga fase kehidupan, yakni:
- Kuncup (awal belajar)
- Setengah mekar (proses pendewasaan)
- Mekar (kesempurnaan ilmu).
Kini PSHT telah memiliki jutaan anggota, PSHT turut mempopulerkan pencak silat sebagai seni beladiri warisan budaya Indonesia yang telah diakui global.
PSHT tidak hanya fokus pada pelatihan fisik, tetapi juga pembentukan mental.
PSHT adalah bukti nyata bahwa pencak silat bukan sekadar beladiri, melainkan warisan budaya yang harus dijaga.
Dengan tetap eksis di era modern, PSHT membuktikan bahwa tradisi dan nilai luhur Indonesia tetap relevan sepanjang zaman.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.