Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Aneh Bin Tolol!” Dr. Tirta Sindir Orang yang Cuma Lari tapi Makan Sembarangan

Ichaa Melinda Putri • Minggu, 28 September 2025 | 18:00 WIB
Aneh Bin Tolol!” Dr. Tirta Sindir Orang yang Cuma Lari tapi Makan Sembarangan
Aneh Bin Tolol!” Dr. Tirta Sindir Orang yang Cuma Lari tapi Makan Sembarangan

BLITAR-Dokter sekaligus pegiat gaya hidup sehat, dr. Tirta, melontarkan kritik keras kepada anak muda yang merasa bebas makan sembarangan hanya karena rajin olahraga.
Ia menilai pola pikir seperti itu keliru dan bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

Dalam sebuah podcast, dr. Tirta menegaskan olahraga tidak bisa menjadi alasan untuk mengabaikan pola makan.
Menurutnya, tubuh tetap akan menerima dampak buruk jika asupan harian dipenuhi junk food.

“Aneh bin tolol kalau cuma lari doang tapi makanmu berantakan. Olahraga enggak bisa jadi alibi,” ujar dr. Tirta blak-blakan.

Olahraga Bukan Penebus Dosa Makan

Selama ini banyak orang percaya bahwa olahraga intensif dapat menetralkan dampak makanan tidak sehat.
Misalnya, berlari 10 kilometer dianggap cukup untuk membakar kalori dari fast food atau minuman manis.

Dr. Tirta menepis pandangan tersebut.
Ia menegaskan tubuh manusia bukan mesin yang bisa ditipu dengan hitungan kalori semata.

Menurutnya, pola makan tetap memegang peran utama dalam menjaga kesehatan.
Olahraga memang penting, tetapi hasilnya tidak maksimal tanpa asupan bergizi seimbang.

Fenomena Junk Food di Generasi Muda

Dr. Tirta menyoroti fenomena generasi muda di kota besar yang gemar konsumsi junk food.
Makanan cepat saji dipilih karena praktis dan terjangkau, apalagi untuk kalangan mahasiswa atau pekerja muda.

Namun, kebiasaan ini jika terus berlanjut bisa menimbulkan penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, hingga hipertensi.
Risiko tersebut tidak bisa dihapus hanya dengan rajin berlari atau nge-gym.

“Olahraga penting, tapi kalau tiap hari makan gorengan sama burger, ya sama saja. Ujung-ujungnya tetap sakit,” kata dr. Tirta.

Baca Juga: Sering Jadi Bahan “Fitnah” di Masyarakat, Ini Fakta Menarik Daging Kambing dan Sapi dari dr Tirta

Gaya Hidup Holistik

Menurut dr. Tirta, hidup sehat harus dilihat secara menyeluruh.
Tidak ada satu faktor tunggal yang bisa menjadi penentu, apalagi hanya olahraga.

Ia menyarankan kombinasi antara pola makan sehat, tidur cukup, manajemen stres, dan aktivitas fisik rutin.
Keseimbangan itulah yang bisa membuat tubuh benar-benar sehat dan bugar.

Bagi dr. Tirta, olahraga justru menjadi percuma jika gaya hidup lain masih amburadul.
Ia menekankan bahwa kesehatan adalah hasil sinergi, bukan satu aktivitas terpisah.

Pesan untuk Anak Muda

Kritik keras dr. Tirta ditujukan agar anak muda tidak salah kaprah dalam memahami konsep gaya hidup sehat.
Ia berharap generasi sekarang lebih kritis dan tidak mudah terjebak mitos populer.

“Banyak orang lari tiap pagi, tapi malamnya nongkrong minum manis atau fast food. Itu kontradiktif. Jangan bodohi tubuhmu sendiri,” ujarnya.

Pesan ini sekaligus menjadi ajakan agar pola hidup sehat tidak lagi setengah-setengah.
Olahraga memang penting, tetapi hasilnya baru terasa jika dibarengi dengan kebiasaan makan yang benar.

Dengan pola makan seimbang, tidur teratur, dan olahraga cukup, generasi muda bisa terhindar dari penyakit modern yang kini banyak mengincar usia produktif.

Editor : Anggi Septian A.P.
#junk food #gaya hidup sehat #dr. Tirta