Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bojan Hodak Didorong Latih Timnas Indonesia, Federico Barba Targetkan Poin di Dipta: Bobotoh Heboh!

Anggi Septiani • Selasa, 9 Desember 2025 | 22:15 WIB
Bojan Hodak Didorong Latih Timnas Indonesia, Federico Barba Targetkan Poin di Dipta: Bobotoh Heboh!
Bojan Hodak Didorong Latih Timnas Indonesia, Federico Barba Targetkan Poin di Dipta: Bobotoh Heboh!

BLITAR – Nama Bojan Hodak kembali menjadi sorotan besar di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Menjelang laga panas Bali United vs Persib Bandung, bukan hanya performa Maung Bandung yang ramai dibicarakan, melainkan juga dorongan dari legenda Persib agar Bojan Hodak naik level menjadi pelatih Timnas Indonesia. Sorotan terhadap Bojan Hodak ini muncul bersamaan dengan kondisi skuad Persib yang sedang dalam tren positif menjelang lawatan ke Stadion I Wayan Dipta.

Isu kursi pelatih Timnas Indonesia kembali memanas. Usai Shin Tae-yong resmi diumumkan kembali memperpanjang kontrak, muncul satu nama dari pelatih klub Liga 1 yang disebut layak menangani Garuda: Bojan Hodak.

Nama ini bukan datang dari rumor sembarangan. Legenda Persib Bandung, Atep, dengan tegas menyatakan bahwa Bojan Hodak memiliki kualitas dan pemahaman kultur sepak bola Indonesia yang sangat baik. Menurut Atep, Hodak unggul karena sudah lama berkecimpung di Asia Tenggara dan sukses mengantar Kuala Lumpur City FC meraih gelar bergengsi di Malaysia.

Atep menilai Hodak sebagai pelatih disiplin, tegas, dan tidak banyak basa-basi—karakter yang mirip dengan Shin Tae-yong. Baginya, Hodak memahami betul karakter pemain Indonesia, kelemahan umum, hingga cara mengeluarkan potensi terbaik mereka. Karena itu, dorongan agar Hodak suatu hari menangani Timnas Indonesia dianggap masuk akal.

Meski bukan dalam konteks menggantikan STY saat ini, pernyataan Atep memperlihatkan bahwa standar pelatih Liga 1 kini semakin meningkat. Hodak dinilai sudah mencapai level yang layak untuk dipertimbangkan sebagai calon pelatih Timnas di masa depan.

Selain isu Timnas, fokus lain yang tak kalah panas adalah persiapan Persib menghadapi Bali United. Bek anyar asal Italia, Federico Barba, dengan percaya diri menargetkan tiga poin di Stadion I Wayan Dipta—stadion yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu.

Barba, yang kini menjadi idola baru Bobotoh berkat permainan lugas dan kepemimpinan di lini belakang, menegaskan bahwa target Persib jelas: menang, bukan sekadar mencuri satu poin. Ia menyebut bahwa mentalitas baru yang dibawa Bojan Hodak membuat Persib tampil tanpa rasa gentar, baik bermain di kandang maupun tandang.

Dalam tren positif yang luar biasa, Persib sempat menyapu bersih empat laga di bulan Oktober tanpa kebobolan. Barba mengaku semakin percaya diri karena klik di lini pertahanan sudah terbentuk. Duetnya dengan bek lainnya semakin solid, sementara Teja Paku Alam juga sedang dalam performa terbaik di bawah mistar.

Dengan keyakinan tersebut, Barba bertekad mempertahankan tren clean sheet dan percaya bahwa lini depan Persib punya kualitas untuk menghukum Bali United.

Pelatih Bali United, Johnny Johnson, disebut panik setelah melihat performa ajeg Persib dalam beberapa laga terakhir. Statistik empat kemenangan tanpa kebobolan menjadi momok tersendiri bagi tim tuan rumah.

Johnson bahkan mulai memainkan strategi non-teknis dengan menyerukan suporter Semeton Dewata agar memenuhi stadion dan memberikan tekanan mental kepada pemain Persib. Langkah ini menunjukkan bahwa ia menyadari timnya dalam posisi sulit menghadapi skuad yang sedang on fire.

Jika seorang pelatih sudah meminta bantuan pemain ke-12 secara terbuka, itu menandakan ia berpikir kekuatan skuadnya saja tidak cukup untuk menahan Maung Bandung.

Kabar makin baik datang dari kubu Persib. Bojan Hodak memastikan seluruh pemainnya fit 100 persen, tanpa cedera maupun akumulasi kartu. Rotasi berjalan mulus sehingga kebugaran skuad tetap terjaga meski menjalani jadwal padat.

Dengan kondisi ideal tersebut, Hodak secara terbuka menyatakan optimisme penuh untuk mengalahkan Bali United, terlepas dari reputasi Stadion Dipta yang terkenal angker. Baginya, mitos hanyalah mitos; yang penting adalah persiapan dan kejelian memanfaatkan kelemahan lawan.

Semua sinyal kini mengarah pada satu hal: Persib datang ke Bali bukan untuk bertahan, tetapi untuk menang.

Editor : Anggi Septiani
#bali united #bojan hodak #federico barba #persib bandung