BLITAR - Persebaya Surabaya kembali meraih hasil kurang memuaskan pada pekan ke-15 BRI Super League. Tim berjuluk Bajul Ijo itu harus puas bermain imbang 2-2 saat menghadapi pemuncak klasemen. Meski gagal meraih kemenangan, laga tersebut justru menghadirkan satu sinyal positif: permainan Persebaya berubah total.
Hasil imbang ini membuat Persebaya mencatatkan lima hasil seri beruntun di BRI Super League. Tambahan satu poin menempatkan Persebaya di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 19 poin. Namun di balik hasil yang belum maksimal, ada perubahan signifikan dari cara bermain yang ditunjukkan skuad hijau.
Dalam laga tersebut, Persebaya dua kali tertinggal lebih dulu. Menariknya, dua kali pula mereka mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Hal ini menjadi catatan penting, mengingat mental bertanding Persebaya dalam beberapa laga sebelumnya kerap dipertanyakan.
Gaya Main Persebaya Berbeda
Di bawah arahan pelatih fisik asal Korea Selatan, Shin Sang Gyu, Persebaya menampilkan pendekatan permainan yang berbeda dibanding 13 laga sebelumnya. Persebaya tidak lagi terlalu bergantung pada skema counterattack cepat seperti era kepelatihan Eduardo Perez.
Permainan Bajul Ijo kini lebih mengandalkan penguasaan bola dan sirkulasi dari kaki ke kaki. Para pemain terlihat lebih berani memegang bola lebih lama, membangun serangan secara sabar dari lini belakang hingga ke area sepertiga akhir lawan.
Perubahan gaya bermain ini membuat Persebaya tampak lebih dominan, terutama dalam fase build-up. Aliran bola yang rapi membuat tekanan terhadap lawan meningkat, meski efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Sinyal Kebangkitan di Tengah Tekanan
Performa Persebaya pada laga tersebut dinilai sebagai bentuk upaya bangkit dari tren negatif. Lima hasil imbang beruntun memang belum ideal, tetapi konsistensi untuk tidak kalah menunjukkan adanya perbaikan struktur permainan.
Keberanian pemain dalam menguasai bola dan keluar dari tekanan lawan menjadi pembeda utama dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. Persebaya tidak lagi sekadar menunggu dan bereaksi, tetapi mulai mengambil inisiatif permainan.
Perubahan ini juga berdampak pada intensitas pertandingan. Tempo permainan Persebaya terlihat lebih stabil, tidak mudah panik saat tertinggal, dan mampu menjaga fokus hingga menit akhir.
Baca Juga: Dua Dapur MBG di Kota Blitar Terpaksa Tutup Sementara, Bagaimana Nasib Pekerjanya?
Rodrigo Basani Masuk Radar
Usai pertandingan pekan ke-15 tersebut, muncul kabar menarik dari internal Persebaya. Manajemen dikabarkan mulai menyusun strategi untuk putaran kedua BRI Super League, salah satunya dengan membidik pemain asing baru.
Nama Rodrigo Basani disebut-sebut masuk dalam radar Persebaya untuk memperkuat lini depan. Basani dinilai cocok dengan gaya bermain baru Persebaya yang mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan antar lini.
Sebelumnya, Rodrigo Basani juga sempat dikaitkan dengan klub besar lain, yakni Persija Jakarta. Situasi ini membuat bursa transfer putaran kedua semakin menarik untuk diikuti, terutama dalam perebutan tanda tangan pemain asing berkualitas.
Persaingan Persebaya dan Persija
Ketertarikan dua klub besar terhadap Rodrigo Basani menambah panas dinamika transfer BRI Super League. Baik Persebaya maupun Persija sama-sama membutuhkan tambahan daya gedor untuk meningkatkan konsistensi hasil.
Bagi Persebaya, kehadiran Rodrigo Basani diharapkan mampu menjadi solusi atas tumpulnya lini depan, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain rapat. Kombinasi striker asing baru dengan perubahan gaya bermain diyakini bisa membawa dampak signifikan.
Kini publik sepak bola Tanah Air menanti kelanjutan rumor tersebut. Apakah Rodrigo Basani benar-benar otw Persebaya, atau justru memilih berlabuh ke Persija Jakarta, semuanya akan terjawab saat bursa transfer putaran kedua resmi dibuka.
Editor : Findika Pratama