BLITAR - Mempertahankan gelar juara jauh lebih sulit daripada mengejarnya. Kalimat itulah yang kini menjadi pelecut semangat skuad Pangeran Biru untuk mencetak sejarah baru. Setelah kemenangan krusial atas Borneo FC, ambisi Maung Bandung untuk mengamankan gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun kian membara. Kabar mengenai rencana besar manajemen dan Bursa Transfer Persib Bandung pun mulai bocor ke publik, melibatkan nama-nama besar berkelas Eropa.
Persib Bandung kini tengah menyiapkan proyek transfer raksasa yang berpotensi memecahkan rekor transfer klub sepanjang sejarah. Rumor yang beredar kencang menyebutkan bahwa Ole Romeny dan Joey Pelupesi akan didatangkan "sepaket" pada bursa transfer paruh musim Januari 2026. Langkah ini diambil Coach Bojan Hodak untuk memastikan kedalaman skuad tetap terjaga di tengah jadwal padat kompetisi domestik dan ambisi untuk survive hingga babak knockout AFC Champions League 2.
Keberhasilan meraih kemenangan emosional di hadapan ribuan Bobotoh saat menjamu Borneo FC menjadi titik balik. Dengan selisih hanya 5 poin dari puncak klasemen dan satu tabungan pertandingan, Bursa Transfer Persib Bandung menjadi senjata utama untuk mengunci posisi puncak. Kapten tim, Marc Klok, menegaskan bahwa seluruh pemain kini fokus penuh pada perebutan tangga juara musim 2025-2026 demi membanggakan para pendukung setia.
Ole Romeny: Incaran Rp20 Miliar Penantang Rekor Carlton Cole
Salah satu nama yang paling menyita perhatian dalam pusaran Bursa Transfer Persib Bandung adalah Ole Romeny. Striker Oxford United di kasta kedua Liga Inggris tersebut dikabarkan masuk radar setelah mulai pulih dari cedera. Meski belum menjadi starter reguler di Inggris, kualitas Ole sebagai pemain diaspora tidak perlu diragukan lagi.
Dengan nilai pasar yang ditaksir mencapai Rp20,86 miliar, kedatangan Ole Romeny akan mencatatkan sejarah baru sebagai pemain termahal yang pernah berseragam Maung Bandung, melampaui rekor yang pernah dipegang Carlton Cole. Persib dikabarkan tengah menimbang skema peminjaman dengan opsi pembelian permanen. Kehadiran Ole dianggap sebagai potongan puzzle yang hilang untuk mempertajam daya gedor tim di putaran kedua nanti.
Joey Pelupesi: Metronom Baru Lini Tengah Maung Bandung
Jika Ole Romeny dianggap sebagai target mewah, maka nama Joey Pelupesi dipandang sebagai rekrutan paling rasional dan strategis. Joey, yang saat ini memperkuat Lommel SK di divisi 2 Belgia, memiliki pengalaman luas di sepak bola Eropa yang sangat dibutuhkan untuk menjaga ritme permainan ala Bojan Hodak.
Kedatangan Joey semakin menguat setelah bos Persib, Umuh Mokhtar, mengonfirmasi bahwa William Marcilio akan dilepas pada jendela transfer musim dingin. "Sudah ada penggantinya, tapi dilihat nanti saja siapa," tutur Umuh Mokhtar singkat. Joey Pelupesi diprediksi akan menjadi pengatur serangan yang stabil dan efisien, melengkapi lini tengah yang sudah diisi oleh Marc Klok dan kawan-kawan.
Sinyal Mariano Peralta dan Syarat Nyeleneh Bos Borneo FC
Selain dua pemain diaspora tersebut, publik juga dikejutkan dengan sinyal kuat dari penyerang Borneo FC, Mariano Peralta. Pemain asal Argentina berusia 27 tahun itu tertangkap kamera berbincang akrab dengan Bojan Hodak usai laga panas beberapa waktu lalu. Momen tersebut langsung viral dan dianggap Bobotoh sebagai kode keras ketertarikan Peralta untuk bergabung ke Bandung.
Menariknya, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memberikan respon yang cukup unik menanggapi rumor ketertarikan Persib terhadap Peralta. Dandri berkelakar tidak meminta uang transfer, melainkan meminta "tukar" dengan 100 orang Bobotoh agar bisa mengajari suporter di Samarinda cara menciptakan atmosfer stadion yang luar biasa seperti di GBLA. Meski terdengar sebagai candaan, hal ini menunjukkan betapa tingginya daya tarik Persib di mata pemain asing.
Kini, seluruh mata tertuju pada pergerakan manajemen dalam mengelola Bursa Transfer Persib Bandung. Jika proyek besar ini terwujud, Persib tidak hanya memperkuat posisinya di klasemen, tetapi juga mengirimkan pesan tegas kepada seluruh pesaing di Liga 1 bahwa era dominasi Maung Bandung baru saja dimulai. Satu demi satu potongan puzzle mulai tersusun menuju sejarah emas hatrick juara.(*)
Editor : Ichaa Melinda Putri