Kedatangan Pedro Matos Persebaya dinilai membawa dimensi taktik yang berbeda bagi skuad Green Force. Ia diproyeksikan tidak hanya sebagai pelapis, melainkan motor utama serangan yang setara, bahkan berpotensi melampaui kontribusi Francisco Rivera. Manajemen bergerak cepat mengamankan tanda tangannya setelah melihat visi bermain yang matang dan kemampuannya mengatur tempo permainan (tempo controller) yang sangat dibutuhkan tim saat ini.
Kehadiran Pedro Matos Persebaya menjadi jawaban atas kebutuhan tim akan sosok pembagi bola yang cerdas. Di usianya yang menginjak 27 tahun—usia emas bagi pesepak bola—pemain kelahiran Vilanova de Gaia ini menawarkan kematangan mental. Dengan tinggi 1,75 meter, ia memiliki keseimbangan tubuh yang baik untuk memenangi duel lini tengah sekaligus lincah dalam mencari celah di pertahanan rapat lawan.
Statistik Gacor: Ungguli Eber Bessa hingga Witan
Data berbicara lebih nyaring daripada rumor. Nilai pasar Pedro yang menyentuh angka Rp2,17 miliar sebanding dengan kontribusinya di lapangan. Saat berseragam Semen Padang di putaran pertama, Pedro tampil dalam 15 pertandingan dengan total 1.144 menit bermain. Dalam kurun waktu tersebut, ia sukses membukukan satu gol dan empat assist.
Angka empat assist inilah yang membuat matanya menjadi komoditas panas. Sebagai perbandingan, statistik Pedro Matos ini lebih unggul dibandingkan nama-nama besar lainnya di posisi gelandang serang. Eber Bessa dari Persita Tangerang, misalnya, mencetak tiga gol namun tanpa catatan assist. Sementara itu, bintang lokal Witan Sulaeman di Persija Jakarta mencatat satu gol dan dua assist. Bahkan, kontribusi Pedro jauh melampaui pemain asing lain seperti Felipe Chaby atau Willian Lira sebelum mereka hengkang.
Keunggulan teknis Pedro terletak pada fleksibilitasnya. Meski posisi naturalnya adalah gelandang serang (Attacking Midfielder), ia sangat nyaman bermain sebagai gelandang tengah (Central Midfielder) bahkan digeser ke sayap kanan (Right Wing). Kemampuan multiposisi ini memberikan kemewahan bagi pelatih Bernardo Tavares untuk meracik strategi yang lebih variatif, entah itu bermain melebar atau menusuk langsung dari tengah.
Tumbal Revolusi: Dejan Tumbas Merapat ke Solo?
Namun, kedatangan bintang baru selalu memakan korban. Masuknya Pedro Matos menjadi bagian dari evaluasi besar-besaran yang dilakukan manajemen Persebaya. Salah satu nama besar yang resmi terdepak adalah Dejan Tumbas. Penyerang asal Serbia yang dikenal ngeyel ini harus angkat kaki bersama lima pemain lainnya, dengan total nilai pasar pemain yang dilepas mencapai Rp18,86 miliar. Sebuah angka fantastis demi penyegaran skuad.
Menariknya, Dejan Tumbas tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan peminat. Rumor kencang menyebutkan bahwa ia masuk radar Persis Solo. Jika transfer ini terwujud, aroma "Ex-Persebaya" di tubuh Laskar Sambernyawa akan semakin pekat. Status Dejan yang kini bebas transfer (free agent) menjadi daya tarik utama bagi Persis Solo untuk merekrut pemain berpengalaman tanpa biaya transfer sepeser pun.
Langkah tegas Bernardo Tavares ini bukan tanpa alasan. Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menekankan pentingnya keseimbangan tim dan persaingan sehat di setiap posisi. "Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kita butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara," tegas Tavares. Ia juga menyoroti bahwa perombakan ini demi menjaga atmosfer ruang ganti yang lebih solid dan kondusif.
Baca Juga: Tekan Kecelakaan Pelajar di Blitar, Polisi Ikut Turun Atur Lalu Lintas di Jam Rawan Ini
Tatap Laga Kontra PSIM: Lawan Pincang, Bajul Ijo Siap Balas Dendam
Di tengah euforia transfer, Persebaya juga tengah fokus menatap laga perdana putaran kedua melawan PSIM Yogyakarta. Ini adalah momen balas dendam setelah pada pertemuan pertama Green Force kalah tipis 0-1.
Kabar baik berpihak pada Persebaya. Pelatih PSIM, Jan Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa timnya sedang mengalami krisis pemain akibat cedera. Nama-nama andalan seperti Yusaku Yamadera, Donny Monim, Anton Woisiri, dan Harlan Suardi diragukan tampil. "Sako (Yusaku) masih cedera, dia sudah kembali ke lapangan tapi belum gabung tim. Donny, Anton, dan Harlan juga belum siap," ujar Van Gastel, Jumat (23/1).
Sebaliknya, Persebaya datang dengan kepercayaan diri tinggi dan skuad yang lebih stabil pasca perombakan. Dengan absennya pilar-pilar utama lawan dan hadirnya Pedro Matos sebagai kreator anyar, peluang Bajul Ijo untuk mencuri poin penuh di kandang Laskar Mataram terbuka sangat lebar.(*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar