Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kedatangan Sergio Castel ke Persib Bandung Diwarnai Takjub, Tapi Gustavo Franca Malah Kena Hujat Bobotoh Gara-gara Coret Nama Bandung!

Satria Wira Yudha Pratama • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:30 WIB
Kedatangan Sergio Castel ke Persib Bandung bikin takjub, tapi Gustavo Franca dihujat Bobotoh karena coret nama Bandung. Simak kronologi kontroversinya!
Kedatangan Sergio Castel ke Persib Bandung bikin takjub, tapi Gustavo Franca dihujat Bobotoh karena coret nama Bandung. Simak kronologi kontroversinya!

BLITAR – Atmosfer di Kota Kembang sedang bergejolak. Persib Bandung secara resmi menyambut kedatangan striker anyar mereka, Sergio Castel, yang mendarat dengan penuh rasa kagum.

Namun, kegembiraan tersebut ternoda oleh aksi kontroversial bek asing Gustavo Franca yang memicu kemarahan besar di kalangan Bobotoh. Situasi yang awalnya tenang berubah menjadi gelombang kritik tajam di jagat media sosial.

Sergio Castel tiba di Bandung didampingi sang istri dengan sambutan resmi yang menunjukkan kelas Persib sebagai tim besar. Sejak langkah pertamanya menginjakkan kaki di kota ini, pemain asal Spanyol tersebut terlihat takjub.

Sepanjang perjalanan menuju pusat kota, Castel tampak terdiam menikmati suasana udara dan atmosfer Bandung yang hidup. Ekspresi wajahnya seolah mengakui bahwa ia kini berada di tim terbaik dengan dukungan basis suporter yang masif.

Kekuatan magnet Persib langsung dirasakan Castel di dunia digital. Hanya dalam hitungan jam setelah resmi diperkenalkan, jumlah pengikut di akun Instagram pribadinya melonjak drastis.

Ribuan pesan dukungan dan ucapan selamat dari Bobotoh membanjiri kolom komentarnya. Bagi Castel, ini adalah pengalaman emosional yang mendalam, menunjukkan bahwa bergabung dengan Maung Bandung berarti masuk ke dalam keluarga besar dengan jutaan pendukung setia.

Namun, di tengah euforia kedatangan Castel, sosok Gustavo Franca justru menjadi sasaran empuk amarah publik.

Sebuah insiden saat sesi tanda tangan menjadi pemicunya. Dalam sebuah momen yang awalnya dianggap sebagai gurauan spontan, Gustavo kedapatan mencoret tulisan "Bandung" pada sebuah objek dan menggantinya dengan tulisan "Malut".

Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin hanyalah candaan ringan di lingkungan internal pemain. Namun, bagi Bobotoh, nama Bandung bukan sekadar latar belakang geografis.

Bandung adalah identitas, harga diri, dan simbol sakral yang tidak boleh diperlakukan sembarangan. Tindakan mencoret nama kota yang menjadi ruh dari klub Persib dianggap sebagai kesalahan besar yang menyentuh titik paling sensitif dari kecintaan suporter.

Reaksi keras pun tak terhindarkan. Media sosial Gustavo Franca langsung diserbu oleh luapan emosi Bobotoh yang merasa tersinggung. Banyak yang menilai tindakan tersebut telah melewati batas dan tidak menghormati klub serta kota yang telah membesarkannya.

Stigma negatif kini mulai melekat pada bek tersebut, meskipun niat awalnya mungkin hanya untuk menghargai tim lawan atau sekadar bergurau.

"Hampura Gus, naha dicoret tulisan Bandungna? Meni asa teu kudu atuh, sok mancing emosi batur," tulis salah satu netizen di kolom komentar yang mencerminkan rasa kecewa mendalam.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemain, terutama pemain asing, bahwa berada di lingkungan Persib berarti harus memahami nilai-nilai dan sensitivitas budaya lokal.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa di mata Bobotoh, loyalitas dan rasa hormat terhadap simbol klub adalah harga mati. Nama Bandung berdiri bersama sejarah panjang Persib yang dijaga dengan penuh kebanggaan oleh jutaan orang.

Kini, di tengah persiapan tim untuk laga-laga krusial, manajemen dan pemain dituntut untuk lebih bijak dalam bersikap agar harmoni antara tim dan suporter tetap terjaga demi misi mempertahankan gelar juara.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#bobotoh #gustavo franca #Berita Persib Terupdate #sergio castel #persib bandung