BLITAR - Tekanan besar kini tengah menggelayuti skuad Persebaya Surabaya menjelang laga krusial menghadapi Persijap Jepara. Kekalahan menyakitkan dari Bhayangkara FC di laga sebelumnya menjadi luka yang harus segera disembuhkan. Kini, sorotan utama tertuju pada sosok striker asing, Mihail Perovic, yang diharapkan menjadi kunci kebangkitan tim kebanggaan Bonek Mania tersebut untuk kembali merangsek ke papan atas klasemen.
Mihail Perovic yang pada awal kedatangannya sempat diragukan oleh publik Surabaya, kini mulai menunjukkan taringnya sebagai ujung tombak yang mematikan. Adaptasi pemain asal Montenegro ini dinilai semakin matang setelah sempat kesulitan mencari ritme permainan di beberapa laga awal. Kini, chemistry antara Perovic dengan lini tengah Persebaya mulai nyambung, memberikan harapan baru bagi lini serang Bajol Ijo yang sempat tumpul.
Menghadapi tantangan laga tandang, Mihail Perovic diprediksi akan kembali menjadi aktor utama dalam skema serangan yang dibangun oleh pelatih Bernardo Tavares. Ketajamannya dalam menempatkan posisi dan ketenangan di depan gawang lawan menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya. Pertandingan melawan Persijap Jepara bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian mentalitas "Wani" setelah tren positif mereka terhenti secara mendadak.
Transformasi Mihail Perovic: Dari Diragukan Menjadi Andalan
Publik sepak bola Surabaya dikenal sangat tidak kompromis terkait kualitas striker asing. Sejarah panjang Persebaya yang selalu memiliki penyerang tajam membuat ekspektasi terhadap Perovic sangatlah tinggi. Pada awal musim, ia terlihat masih kaku dalam membaca pola permainan cepat yang mengandalkan sayap. Namun, pemain berkelas selalu punya cara untuk menjawab keraguan.
Perovic kini tidak lagi statis menunggu bola di kotak penalti. Ia mulai rajin bergerak melebar, membuka ruang bagi pemain lain, bahkan aktif melakukan pressing sejak lini pertahanan lawan. Ketenangannya dalam melakukan kontrol bola dan dominasinya dalam duel udara membuat bek lawan kini tidak bisa lagi menjaganya sendirian. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin namanya akan kembali menghiasi headline media sebagai pahlawan kemenangan.
Ujian Mental Skuad Bernardo Tavares Pasca Kekalahan
Kekalahan dari Bhayangkara FC menyisakan evaluasi mendalam bagi tim kepelatihan. Banyak Bonek yang menyuarakan agar Bernardo Tavares tidak melakukan eksperimen berlebihan pada komposisi pemain. Stabilitas tim sangat dibutuhkan mengingat persaingan memperebutkan posisi empat besar semakin sengit. Laga kontra Persijap Jepara akan menjadi tolok ukur apakah mental para pemain sudah pulih sepenuhnya.
"Tim besar selalu diukur dari reaksinya setelah menelan kekalahan. Apakah mereka terpuruk atau bangkit dengan cara yang lebih garang," ungkap salah satu pengamat sepak bola. Latihan ringan dan pemulihan fisik telah dilakukan, namun pemulihan mental adalah kunci utama. Peran pemain senior dan kapten tim di ruang ganti sangat krusial untuk membangkitkan motivasi rekan-rekannya sebelum berangkat ke Jepara.
Strategi Curi Poin di Kandang Persijap
Bermain di kandang lawan selalu memiliki atmosfer yang berbeda. Tekanan suporter tuan rumah dan kondisi lapangan yang belum tentu ideal menjadi tantangan tersendiri. Namun, Persebaya musim ini tercatat memiliki catatan yang cukup apik saat melakoni laga away. Untuk mengamankan kemenangan, disiplin dalam transisi bertahan ke menyerang harus diperbaiki.
Lini pertahanan tidak boleh lengah sedikitpun, karena Persijap dipastikan akan memanfaatkan momentum keraguan Persebaya. Penyelesaian akhir atau finishing harus klinis; tidak ada lagi ruang untuk membuang-buang peluang emas. Jika Persebaya mampu tampil solid dan memanfaatkan ketajaman Mihail Perovic, asa untuk kembali ke jalur juara akan terbuka lebar. Kemenangan di Jepara akan menjadi modal penting mengingat jadwal pertandingan berikutnya yang tergolong cukup berat bagi tim asuhan Tavares. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly