Keseriusan skuad Jakarta LavAni Proliga 2026 dalam menargetkan gelar juara terlihat jelas dari pemilihan juru taktik. Kursi pelatih kepala kini diduduki oleh David Lee, legenda voli asal Amerika Serikat. Kehadiran David Lee diharapkan mampu membawa sentuhan voli modern dan mentalitas juara bagi Dio Zulfikri dan kawan-kawan. Kombinasi strategi pelatih kelas dunia dengan materi pemain lokal berkualitas tinggi diprediksi akan menjadikan LavAni sebagai kandidat terkuat peraih trofi musim ini.
Dalam rilis terbaru, komposisi skuad Jakarta LavAni Proliga 2026 menyajikan perpaduan harmonis antara pemain senior yang kenyang pengalaman dan talenta muda berbakat. Di posisi Outside Hitter, LavAni memiliki kedalaman skuad yang menakutkan. Nama-nama seperti Boy Arnes Arabi (22 tahun) dan Musabikhan Musa (24 tahun) siap menjadi mesin poin. Selain itu, kehadiran Jordan Susanto (23 tahun) menambah opsi serangan dari sisi sayap. Tak hanya pemain muda, sosok senior Ahmad Faisal (31 tahun) dan Sigit Ardian (32 tahun) juga masih dipercaya untuk memberikan keseimbangan mental di lapangan.
Duet Maut Legiun Asing Asal Amerika Serikat
Kekuatan LavAni semakin menakutkan dengan kehadiran dua pemain asing yang sama-sama berasal dari Amerika Serikat. Di posisi Outside Hitter, LavAni kembali diperkuat oleh Tyler Sander (33 tahun). Pemain yang pernah memperkuat LavAni di musim sebelumnya ini dikenal memiliki jump serve mematikan dan serangan back attack yang sulit dibendung. Kembalinya Sander tentu menjadi kabar baik bagi para LavAni Forever—sebutan pendukung setia LavAni.
Untuk melengkapi kuota pemain asing, LavAni mendatangkan Nato Dickinson. Pemain muda berusia 23 tahun ini berposisi sebagai Opposite. Kehadiran Dickinson diharapkan mampu menjadi solusi kebuntuan saat serangan dari open spike terbaca lawan. Duet Sander dan Dickinson di bawah arahan kompatriot mereka, David Lee, diprediksi akan menjadi poros serangan utama tim.
Dominasi Setter dan Middle Blocker Berlabel Timnas
Sektor yang paling mencolok dari skuad ini adalah posisi Setter dan Middle Blocker. Di posisi pengatur serangan, LavAni memiliki kemewahan dengan adanya dua setter Timnas Indonesia. Dio Zulfikri (29 tahun) yang dikenal tenang akan bahu-membahu dengan Jasen Natanael (26 tahun), yang disebut-sebut sebagai kapten Timnas Voli Putra Indonesia saat ini. Tak hanya itu, mereka juga memiliki pelapis muda potensial, Reihan Andiko (22 tahun).
Sementara di posisi Middle Blocker, tembok pertahanan LavAni akan dikawal oleh "Menara" Timnas, Hendra Kurniawan (22 tahun). Hendra akan didampingi oleh Muhammad Malisi (31 tahun) yang kaya pengalaman, serta Daffa Naufal Mauludani (27 tahun) dan Yogi Kurniawan (29 tahun) yang memiliki postur menjulang 193 cm. Barisan blocker ini siap meredam serangan lawan sekaligus melakukan serangan cepat (quick smash) yang mematikan.
Regenerasi di Sektor Libero dan Opposite
LavAni juga tidak melupakan aspek regenerasi. Di posisi Libero, pemain senior Irfan (28 tahun) dan Prasojo (26 tahun) akan membimbing talenta muda Diandra Pradipta (20 tahun). Prasojo sendiri dikenal sebagai pemain yang sangat loyal dan awet berseragam LavAni.
Sedangkan di posisi Opposite lokal, perhatian publik tertuju pada bintang voli muda Indonesia yang sedang naik daun, Dawuda Alaihi (20 tahun). Dawuda akan bersaing dengan Rivalde Ho Fernanda (23 tahun) dan pemain asing Nato Dickinson untuk memperebutkan tempat utama.
Baca Juga: Persib vs Ratchaburi FC Jadi Sorotan AFC, Misi Comeback Dramatis di GBLA Memanas!
Dengan materi pemain yang sangat lengkap di setiap lini dan ditopang pelatih kelas dunia, skuad Jakarta LavAni Proliga 2026 mengirimkan sinyal bahaya bagi para rivalnya. Apakah kombinasi David Lee dan para bintang lokal ini mampu mengantarkan LavAni kembali ke puncak kejayaan Proliga tahun ini? Patut kita nantikan aksi mereka di lapangan.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar