Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Derby Della Madonnina: Sejarah Panas Rivalitas AC Milan vs Inter Milan, dari Perpecahan 1908 hingga Era Kejayaan Eropa

Rendra Febrian Permana • Senin, 23 Februari 2026 | 12:34 WIB

Derby Della Madonnina: Sejarah Panas Rivalitas AC Milan vs Inter Milan, dari Perpecahan 1908 hingga Era Kejayaan Eropa
Derby Della Madonnina: Sejarah Panas Rivalitas AC Milan vs Inter Milan, dari Perpecahan 1908 hingga Era Kejayaan Eropa

BLITAR - Derby Della Madonnina selalu menjadi magnet besar dalam dunia sepak bola Italia. Pertemuan dua raksasa Kota Milan, yakni AC Milan dan Inter Milan, bukan sekadar laga biasa. Derby Della Madonnina adalah simbol rivalitas panjang yang berakar dari sejarah, perbedaan sosial, hingga kebanggaan kota.

Derby Della Madonnina merupakan pertandingan antara dua klub sepak bola terkemuka di Milan. Nama derby ini diambil dari patung ikonik Bunda Maria yang berdiri di atas Katedral Milan atau Duomo di Milano. Warga setempat menyebut patung tersebut sebagai “Madonnina”, yang kemudian diabadikan sebagai identitas laga sarat gengsi ini.

Sejarah Derby Della Madonnina tak bisa dilepaskan dari awal berdirinya AC Milan. Klub ini didirikan pada 1899 dengan nama Milan Cricket and Football Club oleh Herbert Kipling dan Alfred Edwards yang berasal dari Nottingham, Inggris. Pada 1901, Milan berhasil meraih gelar Liga Italia pertamanya, lalu kembali menjadi juara pada 1906 dan 1907.

Awal Perpecahan yang Melahirkan Inter Milan

Rivalitas panas dalam Derby Della Madonnina bermula pada 1908. Saat itu terjadi permasalahan internal di tubuh Milan terkait penerimaan pemain asing. Konflik tersebut membuat salah satu pihak memisahkan diri dan membentuk klub baru yang kini dikenal sebagai Inter Milan.

Sejak momen perpecahan itulah rivalitas dua tim sekota ini dimulai. Persaingan mereka tidak hanya terbatas pada aspek sepak bola, tetapi juga menyentuh ranah sosial dan politik. Media kerap menyebut ultras Milan berafiliasi dengan politik sayap kiri yang dikaitkan dengan paham sosialis. Sementara itu, ultras Inter Milan disebut beraliran sayap kanan yang berhubungan dengan liberalisme.

Tak hanya soal politik, basis suporter kedua klub juga sering dianggap berasal dari latar belakang sosial berbeda. Pendukung Milan identik dengan kalangan kelas pekerja atau buruh. Sebaliknya, Inter Milan kerap diasosiasikan dengan masyarakat golongan menengah ke atas. Perbedaan ini menjadi bumbu tambahan yang membuat Derby Della Madonnina semakin panas di setiap musim kompetisi.

Dominasi Inter dan Kebangkitan Milan

Setelah berpisah dari Milan, Inter langsung menunjukkan tajinya dengan meraih gelar Liga Italia pertama pada musim 1909–1910. Mereka berkembang menjadi klub yang lebih kuat. Sementara itu, AC Milan sempat kesulitan menyamai prestasi sebelum perpecahan dan lebih sering menghuni papan tengah.

Momentum kebangkitan Milan terjadi setelah Perang Dunia II. Pada 1951, Rossoneri berhasil memenangkan scudetto pertama mereka dalam 44 tahun. Era ini menjadi titik balik yang mengembalikan Milan sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Italia.

Era Keemasan 1960-an

Dekade 1960-an menjadi periode paling megah dalam sejarah Derby Della Madonnina. Pada masa itu, kedua klub bukan hanya menjadi yang terkuat di Italia, tetapi juga di Eropa.

AC Milan saat itu dilatih oleh Nereo Rocco. Bersama sang pelatih, Milan meraih gelar Eropa pertama dengan mengalahkan Benfica di final Piala Eropa 1963. Mereka kembali menjadi juara Eropa pada 1969.

Di sisi lain, Inter Milan berada di bawah asuhan Helenio Herrera. Masa kepemimpinannya dikenal sebagai era “La Grande Inter”. Dalam periode tersebut, Inter berhasil memenangkan Piala Eropa dua kali secara beruntun pada 1964 dan 1965. Prestasi itu mengukuhkan Inter sebagai salah satu tim terbaik dunia kala itu.

Dengan rentetan trofi domestik dan internasional, Derby Della Madonnina pada era 1960-an dianggap sebagai duel dua kekuatan raksasa Eropa.

Derby Terpanas di Dunia

Dengan sejarah panjang, perbedaan ideologi, hingga prestasi gemilang kedua klub, Derby Della Madonnina kerap disebut sebagai salah satu derby terpanas di muka bumi. Rivalitas yang telah berlangsung lebih dari satu abad memperkuat status laga ini sebagai partai sarat gengsi.

Namun, daya tarik Derby Della Madonnina saat ini disebut tak sebesar masa kejayaannya dahulu. Kedua tim tidak lagi selalu diperkuat skuad sehebat era 1960-an. AC Milan bahkan sempat terpuruk dan berkutat di papan tengah Serie A. Sementara itu, Inter Milan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan berupaya mengembalikan kejayaan mereka.

Meski demikian, setiap pertemuan Milan dan Inter tetap menyedot perhatian dunia. Lebih dari sekadar pertandingan, Derby Della Madonnina adalah cermin sejarah panjang, konflik internal, kebangkitan, serta ambisi dua klub besar yang berbagi satu kota, tetapi tak pernah berbagi kejayaan dengan mudah.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#derby della madoninna #serie a #inter milan #sejarah rivalitas milan #ac milan