Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persib Bandung vs Persita Tangerang: Drama Gol Dianulir hingga Rekor Injury Time 18 Menit yang Kontroversial!

Muhammad Adib Falih Rifly • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:55 WIB

Simak analisis panas Persib Bandung vs Persita Tangerang: drama wasit, gol dianulir, hingga rekor injury time 18 menit yang menghebohkan Liga 1!
Simak analisis panas Persib Bandung vs Persita Tangerang: drama wasit, gol dianulir, hingga rekor injury time 18 menit yang menghebohkan Liga 1!

BLITAR - Pertandingan pekan ke-22 BRI Liga 1 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menyisakan sederet drama yang menguras emosi. Laga yang bertajuk Derby tetangga antara Jawa Barat dan Banten ini tidak hanya menyuguhkan tensi tinggi di lapangan, tetapi juga memicu perdebatan panas terkait kepemimpinan wasit Chandra serta dugaan konspirasi yang mulai berembus di kalangan pecinta sepak bola tanah air.

Keyword Utama: Persib Bandung vs Persita Tangerang

Dalam laga Persib Bandung vs Persita Tangerang tersebut, Maung Bandung memang berhasil mengamankan poin penuh, namun kemenangan ini diraih dengan susah payah. Analisis mendalam menunjukkan adanya kejanggalan dalam manajemen waktu dan pengambilan keputusan wasit yang dianggap merugikan kedua belah pihak secara bergantian. Puncak dari ketegangan dalam Persib Bandung vs Persita Tangerang terjadi saat gol Persita dianulir serta pemberian tambahan waktu atau injury time yang mencapai angka fantastis, yakni 18 menit.

Meskipun Persib Bandung vs Persita Tangerang berakhir dengan skor tipis untuk keunggulan tuan rumah, performa anak asuh Bojan Hodak justru mendapat kritik tajam. Tanpa kehadiran sosok pengatur serangan seperti Tom Haye yang terkena akumulasi kartu kuning "misterius" serta absennya Beckham Putra sejak menit awal, permainan Persib dinilai kehilangan roh. Alur serangan tampak terbaca dan tim cenderung terbawa irama permainan Persita yang tampil sangat militan hingga menit akhir.

Baca Juga: Marc Marquez Tampil Buas di Tes Buriram, GP26 Ducati Matang dan Siap Dominasi MotoGP 2026

Wasit Chandra dan Keputusan Kontroversial

Sorotan utama tertuju pada wasit Chandra asal Sumatera Barat. Sebelum memimpin laga ini, Chandra dikenal cukup "murah hati" dalam mengeluarkan kartu. Namun, dalam laga ini, beberapa keputusan krusial dipertanyakan. Salah satunya adalah insiden di menit ke-80 ketika gol Persita Tangerang dianulir. Wasit meniup peluit sesaat sebelum bola masuk ke gawang untuk menghentikan pertandingan guna meninjau ulang posisi pemain, sebuah momentum yang dinilai salah secara teknis karena seharusnya interupsi dilakukan sebelum bola ditendang.

Tak hanya itu, pemberian kartu merah kepada kiper Persita, Igor Rodriguez, di masa injury time juga memicu perdebatan. Igor dianggap melakukan pelanggaran DOGSO (Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity) terhadap Beckham Putra. Meski pihak Persita melancarkan protes karena menganggap Igor menyentuh bola terlebih dahulu, aturan FIFA menegaskan bahwa gangguan fisik dari posisi belakang terhadap pemain yang memiliki peluang bersih mencetak gol layak diganjar kartu merah.

Rekor Injury Time Terlama di Liga 1

Satu hal yang paling mencolok dan menjadi catatan sejarah di BRI Liga 1 musim ini adalah durasi injury time yang mencapai 18 menit di babak kedua. Padahal, selama 90 menit waktu normal, tidak ada pengecekan VAR yang memakan waktu lama maupun insiden cedera serius yang mengharuskan laga berhenti total.

Baca Juga: Marc Marquez Buas di Ducati Desmosedici GP26, Tes Pra-Musim Valencia dan Sepang Jadi Panggung Strategi Rahasia MotoGP 2026

Pemberian waktu 10 menit di papan skor yang kemudian molor hingga 18 menit ini memunculkan kecurigaan adanya upaya untuk memaksakan hasil tertentu. Bagi pendukung Persib, ini dianggap sebagai beban tambahan untuk mempertahankan keunggulan, sementara bagi kubu lawan, ini adalah kesempatan yang tidak wajar. Rekor waktu ini pun langsung menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Dugaan Konspirasi dan Kritik Performa Maung Bandung

Munculnya berbagai kejanggalan, mulai dari isu pendaftaran pemain Sergio Castel yang dianggap bermasalah hingga manajemen waktu yang tidak lazim, memicu spekulasi tentang adanya konspirasi untuk menjegal langkah Persib menjadi juara musim ini. Namun, pengamat menekankan bahwa solusi terbaik bagi Persib untuk mematahkan segala bentuk "gangguan" luar adalah dengan tampil dominan.

Bojan Hodak yang sebelumnya menyatakan ingin fokus di Liga domestik setelah hasil kurang memuaskan di ACL2, dituntut untuk membuktikan ucapannya melalui gaya main yang lebih agresif. Jika Persib hanya mampu menang tipis dengan permainan yang cenderung monoton, maka posisi mereka di puncak klasemen akan terus terancam oleh faktor-faktor non-teknis maupun kebangkitan tim rival. Kemenangan ke-11 di kandang ini memang menjaga rekor tak terkalahkan Maung Bandung di GBLA, namun evaluasi besar tetap harus dilakukan demi menjaga asa mempertahankan gelar juara. (*)

Baca Juga: Mark Marquez Kembali Mengguncang MotoGP 2026: Dua Kali Crash di Tes Buriram, Ducati Terdiam, Strategi Juara Dunia Terkuak

Editor : Anggi Septian A.P.
#persib #liga 1 #wasit #persita #Injury Time