Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Drama Tisya Amalia Tinggalkan Pertamina Enduro, Dituding Khianati Megawati dan Terancam Blacklist Proliga

Divka Vance Yandriana • Minggu, 8 Maret 2026 | 22:00 WIB

Drama Tisya Amalia tinggalkan Pertamina Enduro memicu kontroversi. Setter timnas itu disebut khianati Megawati dan terancam blacklist Proliga.
Drama Tisya Amalia tinggalkan Pertamina Enduro memicu kontroversi. Setter timnas itu disebut khianati Megawati dan terancam blacklist Proliga.

JAKARTA – Drama panas mengguncang dunia voli nasional menjelang fase krusial Proliga. Nama Tisya Amalia Putri kini menjadi pusat kontroversi setelah kabar kepindahannya dari Jakarta Pertamina Enduro ke Jakarta Livin Mandiri memicu reaksi keras publik dan internal tim.

Keputusan Tisya Amalia meninggalkan Pertamina Enduro disebut-sebut bukan sekadar transfer pemain biasa. Banyak penggemar menilai langkah tersebut sebagai bentuk “pengkhianatan” terhadap tim, terutama terhadap rekan setimnya, Megawati Hangestri Pertiwi.

Isu semakin memanas setelah muncul kabar bahwa tindakan Tisya berpotensi berujung sanksi berat, bahkan hingga ancaman blacklist dari kompetisi Proliga jika terbukti melanggar kontrak atau prosedur transfer pemain.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Sorotan Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Pertimbangkan Ganti Pemain Asing demi Kurangi Beban Mega

Kontroversi Bermula dari Isu Kepindahan

Kabar kepindahan Tisya awalnya hanya beredar sebagai rumor di kalangan penggemar voli. Namun seiring waktu, sejumlah informasi internal mulai bermunculan dan menguatkan dugaan bahwa setter utama tersebut memang meninggalkan Pertamina Enduro.

Situasi menjadi semakin sensitif karena kepindahan tersebut terjadi di tengah fase penting kompetisi. Tim-tim Proliga saat ini sedang mempersiapkan diri menuju babak Final Four, fase yang menentukan perebutan gelar juara.

Dalam kondisi seperti itu, kehilangan pemain inti tentu menjadi pukulan besar bagi tim. Apalagi posisi setter memiliki peran vital sebagai pengatur ritme permainan.

Baca Juga: FA Cup 2026 Babak 16 Besar Dimulai ! Jadwal Lengkap 7–10 Maret, Daftar Top Skor hingga Statistik Clean Sheet Terbaru

Hubungan dengan Megawati Disebut Retak

Di balik drama transfer ini, muncul pula kabar mengenai hubungan yang kurang harmonis antara Tisya Amalia dan Megawati Hangestri.

Duet setter dan opposite hitter tersebut sebenarnya diharapkan menjadi kombinasi mematikan di lapangan. Namun beberapa pertandingan terakhir menunjukkan dinamika yang berbeda.

Sejumlah analis voli menilai distribusi bola kepada Megawati tidak konsisten. Dalam beberapa laga penting, serangan justru lebih sering diarahkan ke pemain lain.

Bahkan dalam satu pertandingan krusial, kamera siaran sempat menangkap ekspresi kecewa Megawati saat berdiri bebas di posisi serangan tetapi tidak mendapatkan umpan.

Baca Juga: Chelsea Menang 4-1 atas Aston Villa ! Joao Pedro Hattrick, Rosenior Puji Garnacho dan Ungkap Evaluasi Penting The Blues

Momen tersebut kemudian memicu spekulasi bahwa hubungan di ruang ganti tim sedang memanas.

Reaksi Keras dari Internal Tim

Kabar kepindahan Tisya Amalia langsung memicu reaksi keras dari internal Pertamina Enduro. Pelatih kepala tim, Bülent Karslıoğlu, disebut sangat kecewa dengan keputusan sang pemain.

Menurut sumber yang dekat dengan tim, pelatih asal Turki tersebut menilai keputusan Tisya terjadi pada waktu yang sangat tidak tepat. Saat itu, tim sedang fokus membangun kekuatan untuk mempertahankan dominasi di Proliga.

Dalam pandangannya, loyalitas pemain merupakan fondasi penting dalam membangun tim juara. Karena itulah keputusan meninggalkan tim di tengah kompetisi dianggap sebagai langkah yang sulit diterima.

Ancaman Sanksi Berat

Isu mengenai kemungkinan sanksi juga mulai mencuat ke publik. Dalam dunia voli profesional, perpindahan pemain biasanya diatur melalui kontrak yang ketat.

Jika seorang pemain meninggalkan tim tanpa mengikuti prosedur resmi atau melanggar kesepakatan kontrak, konsekuensinya bisa sangat serius.

Sanksi yang mungkin dijatuhkan dapat berupa denda besar, larangan bermain sementara, hingga blacklist dari kompetisi liga.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Proliga mengenai kemungkinan sanksi tersebut.

Sikap Tenang Manajemen Pertamina Enduro

Di tengah drama yang terus berkembang, manajemen Pertamina Enduro memilih mengambil sikap yang lebih tenang.

Pihak klub menegaskan bahwa mereka tidak akan menahan pemain yang telah memutuskan untuk meninggalkan tim. Filosofi klub, menurut manajemen, adalah membangun tim berdasarkan komitmen dan loyalitas.

Jika ada pemain yang merasa ingin mencari tantangan baru di tempat lain, klub tidak akan memaksakan untuk mempertahankannya.

Sebagai langkah strategis, Pertamina Enduro bahkan langsung bergerak cepat mencari pengganti di posisi setter.

Persaingan Proliga Semakin Panas

Drama transfer ini membuat peta persaingan Proliga semakin menarik. Apalagi jika nantinya Pertamina Enduro harus berhadapan langsung dengan Jakarta Livin Mandiri di fase penting kompetisi.

Pertemuan kedua tim tersebut diprediksi akan berlangsung dengan tensi tinggi. Bukan hanya karena persaingan perebutan gelar, tetapi juga karena konflik emosional yang menyertainya.

Bagi penggemar voli Indonesia, situasi ini menjadikan musim Proliga kali ini penuh cerita dramatis. Rivalitas antar tim tidak lagi sekadar soal taktik dan strategi, tetapi juga menyangkut loyalitas, kepercayaan, dan harga diri para pemain.

Kini publik menunggu kejelasan dari pihak liga mengenai status Tisya Amalia serta dampak dari kepindahan kontroversial tersebut.

Satu hal yang pasti, drama ini telah menambah panas persaingan menuju babak penentuan Proliga musim ini.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Proliga #Pertamina Enduro