Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hoaks Kapten Tisya Amallya Putri Dipecat Jakarta Pertamina Enduro, Manajemen Bongkar Penggunaan Teknologi Deepfake

Saifullah Muhammad Jafar • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:20 WIB

Manajemen Jakarta Pertamina Enduro pastikan kabar Tisya Amallya Putri dipecat adalah hoaks. Video viral terdeteksi gunakan teknologi deepfak
Manajemen Jakarta Pertamina Enduro pastikan kabar Tisya Amallya Putri dipecat adalah hoaks. Video viral terdeteksi gunakan teknologi deepfak
BLITAR KAWENTAR – Jagat media sosial baru-baru ini diguncang oleh kabar mengejutkan terkait pemecatan kapten tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri. Isu viral ini menyebar luas melalui platform TikTok dan YouTube, mengklaim bahwa sang kapten telah diberhentikan secara sepihak oleh manajemen di tengah persiapan krusial kompetisi Proliga.

Kabar tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar voli tanah air. Banyak netizen yang terkecoh karena unggahan video yang beredar memperlihatkan potongan pernyataan yang seolah-olah berasal dari pihak internal klub. Narasi yang dibangun sangat provokatif, menyebutkan adanya gejolak di dalam tim yang membuat posisi Tisya Amallya Putri terdepak dari skuad.

Baca Juga: Polsek Srengat Blitar Intensif Patroli Malam Cegah Sound Horeg untuk Ronda Sahur


Klarifikasi Resmi Manajemen Jakarta Pertamina Enduro

Menanggapi kegaduhan tersebut, manajemen Jakarta Pertamina Enduro bergerak cepat untuk meredam spekulasi. Chef de Mission tim, Werry Prayogi, menegaskan bahwa informasi mengenai pemecatan Tisya Amallya Putri adalah sepenuhnya hoaks atau berita bohong. Tisya dipastikan tetap memegang ban kapten dan menjadi pilar utama tim.

"Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim," ujar Werry dalam pernyataan resminya di Jakarta. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang bertujuan memecah belah konsentrasi tim di fase penting menuju gelar juara.

Baca Juga: Polsek Srengat Blitar Intensif Patroli Malam Cegah Sound Horeg untuk Ronda Sahur

Waspada Manipulasi Video Teknologi Deepfake

Manajemen mengungkapkan temuan yang sangat memprihatinkan terkait cara penyebaran hoaks ini. Sejumlah video yang viral diduga kuat menggunakan teknologi deepfake. Teknologi ini mampu memanipulasi wajah dan suara manajemen, pelatih, hingga pemain sehingga terlihat sangat nyata seolah-olah mereka sedang memberikan pengumuman resmi.

Selain penggunaan AI untuk suara, konten manipulatif tersebut menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks yang berbeda. Hasil suntingan itu kemudian digabungkan dengan visual pembaca berita buatan agar terlihat seperti laporan media kredibel. Hal ini sengaja dilakukan oknum tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kesan adanya konflik internal terkait status Tisya Amallya Putri.

Baca Juga: Para Siswa SMP di Kota Blitar Mulai Pemanasan TKA, Diawali Mapel Matematika dan BI

Fokus Menuju Babak Final Four Proliga

Werry Prayogi sangat menyayangkan tindakan pihak-pihak yang menyebarkan konten manipulatif tersebut. Menurutnya, serangan hoaks ini dapat merugikan keharmonisan tim yang saat ini tengah fokus penuh menghadapi babak empat besar atau final four Proliga. Stabilitas mental pemain menjadi prioritas utama manajemen saat ini.

"Kami sangat menyayangkan adanya konten yang memotong pernyataan manajemen di luar konteks dan menyebarkannya sebagai informasi yang menyesatkan," tambahnya. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para penggemar bola voli untuk lebih selektif dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial di era digital saat ini.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Proliga #deepfake #hoaks #Tisya Amallya Putri #jakarta pertamina enduro