Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persik Kediri Terpuruk di Klasemen Super League 2025-2026, Marcos Reina Bongkar Penyebab Kekalahan dan Target Bangkit Lawan PSBS Biak

Izahra Nurrafidah • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:15 WIB

Persik Kediri Terpuruk di Klasemen Super League 2025-2026, Marcos Reina Bongkar Penyebab Kekalahan dan Target Bangkit Lawan PSBS Biak
Persik Kediri Terpuruk di Klasemen Super League 2025-2026, Marcos Reina Bongkar Penyebab Kekalahan dan Target Bangkit Lawan PSBS Biak
BLITAR - Persik Kediri tengah menghadapi periode sulit di kompetisi Super League 2025-2026. Tim berjuluk Macan Putih itu masih tertahan di papan tengah klasemen setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan. Kekalahan terbaru dari Persis Solo semakin mempertegas perlunya evaluasi besar di tubuh tim asuhan Marcos Reina.

Kondisi Persik Kediri di Super League 2025-2026 kini menjadi sorotan setelah mereka gagal meraih poin saat bertandang ke markas Persis Solo pada Minggu (1/3/2026) malam. Dalam laga tersebut, Persik harus menyerah dengan skor tipis 1-2.

Gol Persik dicetak Jose Enrique pada menit ke-31 yang sempat membuat kedudukan menjadi imbang 1-1. Namun, momen penting justru terjadi pada menit ke-84 ketika Macan Putih mendapatkan hadiah penalti. Sayangnya, eksekusi Ezra Walian berhasil digagalkan kiper Persis. Tak lama berselang, Persis Solo justru mencetak gol penentu kemenangan.

Kekalahan tersebut membuat posisi Persik Kediri di klasemen Super League 2025-2026 belum beranjak dari papan tengah.

Posisi Persik Kediri di Klasemen

Hingga pekan ke-23, Persik Kediri menempati peringkat ke-12 dengan raihan 26 poin. Dari total pertandingan yang dijalani, Macan Putih mencatatkan tujuh kemenangan, lima hasil imbang, dan sebelas kekalahan.

Produktivitas gol mereka tercatat 30 gol, tetapi pertahanan Persik masih cukup rapuh dengan 41 kali kebobolan. Hal itu membuat selisih gol Persik menjadi minus 11.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa tim asal Kediri masih belum menemukan konsistensi permainan sepanjang musim.

Perombakan Skuad di Putaran Kedua

Untuk memperbaiki performa di putaran kedua Super League 2025-2026, manajemen Persik Kediri melakukan perombakan skuad secara cukup signifikan.

Beberapa pemain asing baru didatangkan untuk meningkatkan kualitas tim. Nama-nama seperti John Toral, Adrian Luna, dan Cechu Meneses menjadi tambahan penting dalam skuad Macan Putih.

Selain itu, Persik juga mendatangkan pemain lokal melalui skema peminjaman. Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa didatangkan untuk memperkuat sektor pertahanan.

Kabar baiknya, gelandang bertahan Iman Garcia kini sudah kembali bermain setelah sebelumnya sempat mengalami cedera. Namun demikian, lini belakang Persik masih menjadi perhatian utama karena tingkat kebobolan yang cukup tinggi.

Transformasi Taktik Marcos Reina

Di bawah arahan pelatih Marcos Reina, Persik Kediri mulai mencoba melakukan transformasi taktik. Pelatih asal Spanyol tersebut dikenal fleksibel dalam menerapkan strategi permainan.

Ia kerap menggunakan formasi 4-4-2 maupun 4-2-3-1 tergantung pada karakter lawan. Pendekatan permainan Persik kini lebih menekankan pada penguasaan bola, kontrol permainan, serta transisi serangan yang cepat.

Kehadiran John Toral dan Adrian Luna di lini tengah juga memberikan dimensi baru bagi permainan Macan Putih. Kedua pemain ini dinilai mampu meningkatkan kreativitas serangan melalui umpan-umpan terobosan serta pengaturan tempo permainan.

Ketergantungan pada Jose Enrique dan Ezra Walian

Di sektor lini depan, Persik Kediri sebenarnya memiliki duet penyerang yang cukup produktif. Jose Enrique menjadi mesin gol utama tim dengan koleksi 10 gol sejauh musim ini.

Penyerang tersebut dikenal kuat dalam duel udara serta memiliki kemampuan penempatan posisi yang baik di kotak penalti.

Sementara itu, Ezra Walian telah mencetak enam gol dan berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan lini depan. Namun ketergantungan pada dua pemain ini juga menjadi risiko besar bagi Persik jika salah satunya gagal tampil maksimal.

Masalah Utama: Lini Belakang Rapuh

Masalah terbesar Persik Kediri musim ini terletak pada lini pertahanan. Tim sering kali kehilangan konsentrasi terutama di menit-menit akhir pertandingan.

Beberapa poin bahkan melayang akibat gol yang tercipta di penghujung laga. Situasi ini terjadi saat melawan Arema FC maupun Persis Solo.

Kehadiran bek baru Cechu Meneses diharapkan mampu meningkatkan koordinasi pertahanan bersama Hamra Hehanusa. Namun perbaikan tersebut masih perlu waktu untuk terlihat secara konsisten.

Laga Krusial Lawan PSBS Biak

Persik Kediri akan menghadapi laga penting saat menjamu PSBS Biak pada pekan ke-24 Super League 2025-2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 20.30 WIB.

Laga ini diprediksi menjadi momentum kebangkitan bagi Macan Putih. Selain bermain di kandang sendiri, Persik juga memiliki rekor cukup baik saat tampil di Stadion Brawijaya.

Dukungan Persikmania sering kali menjadi faktor tambahan yang meningkatkan semangat para pemain.

Secara klasemen, Persik juga berada di posisi yang lebih baik dibanding PSBS Biak yang masih terjebak di peringkat ke-16.

Jika mampu memaksimalkan peluang serta memperbaiki pertahanan, Persik Kediri berpeluang meraih kemenangan penting untuk memperbaiki posisi di klasemen. Banyak pengamat memprediksi Macan Putih bisa menang dengan skor tipis 2-1.

Namun kunci utama tetap terletak pada konsentrasi pemain hingga menit akhir pertandingan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#jose enrique #persik kediri #psbs biak