Insiden horor tersebut terjadi pada menit ke-24 saat menghadapi Kabau Sirah. Kepala Betinho terkena hantaman bola hasil tendangan keras Jamie Giraldo yang membuatnya langsung terkapar di lapangan. Tim medis Arema FC bertindak cepat memberikan perawatan awal sebelum akhirnya merujuk sang pemain ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan spesialis saraf sebagai langkah preventif.
Dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, mengonfirmasi bahwa kondisi gelandang berusia 33 tahun tersebut kini sudah stabil. Meski sudah diperbolehkan pulang, Betinho diwajibkan menggunakan cervical collar atau penyangga leher untuk menjaga stabilitas sarafnya. "Betinho hari ini sudah boleh pulang, namun dia harus istirahat total minimal selama dua minggu ke depan," ujar dr. Nanang. Hal ini memastikan Singo Edan akan kehilangan salah satu pilar asingnya dalam beberapa laga mendatang.
Manajemen All Out, Giliran Aremania Birukan Kanjuruhan
Di sisi lain, manajemen Arema FC memberikan sinyal kuat kepada seluruh elemen pendukung untuk merapatkan barisan. Jenderal Manajer Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa pihak klub sudah melakukan investasi besar-besaran (all out) pada putaran kedua musim ini. Perubahan komposisi skuad dengan mendatangkan pemain seperti Gabriel Silva, Gustavo Franca, hingga Joel Vinicius melalui skema transfer permanen dan pinjaman adalah bukti keseriusan manajemen.
Langkah berani ini diambil atas masukan Aremania yang menginginkan tim lebih kompetitif. Kini, manajemen balik menuntut kontribusi nyata dari suporter untuk kembali memadati tribun Stadion Kanjuruhan. "Kami sudah melakukan banyak hal untuk tim ini. Sekarang, ayolah bantu stabilitas finansial klub. Cukup datang ke stadion dan beli tiket resmi tiap laga kandang," ungkap Yusrinal. Kehadiran Aremania dianggap sebagai kepingan terakhir yang dibutuhkan untuk mendongkrak mentalitas bertanding para pemain di lapangan.
Sihir Joel Vinicius dan Atmosfer Kanjuruhan
Momen kebangkitan yang dinanti akhirnya tiba melalui kaki Joel Vinicius. Penyerang anyar yang sempat diragukan ini akhirnya berhasil "pecah telur" dengan mencetak brace atau dua gol sekaligus ke gawang Semen Padang pada menit ke-29 dan 59. Satu gol tambahan dari Gustavo Franca pada menit ke-52 melengkapi kemenangan telak 3-0 bagi Singo Edan.
Joel Vinicius mengaku merinding dengan atmosfer yang diciptakan oleh 2.223 penonton yang hadir di Kanjuruhan. Baginya, dukungan langsung dari tribun adalah bahan bakar utama yang membuatnya tampil percaya diri di depan gawang. "Aku senang semua menerima kehadiranku dengan baik. Sorakan dari tribun memberikan energi tambahan bagi kami semua untuk bekerja keras," ujar mantan pemain Borneo FC tersebut.
Pelatih Marcos Santos pun mengapresiasi kedisiplinan taktik anak asuhnya. Meskipun sempat khawatir dengan kondisi Betinho, ia merasa lega melihat tim tetap fokus menjalankan instruksi di ruang ganti. Kemenangan dominan ini diharapkan menjadi titik balik bagi Arema FC untuk terus merangkak naik di klasemen Super League 2025-2026, dengan catatan dukungan suporter tetap mengalir deras di setiap laga kandang.
Editor : Anggi Septian A.P.