Gempa NTT Hari Ini M 5,2, Warga Sikka Masih Bertahan di Luar Rumah

JAKARTA - Gempa NTT hari ini kembali dirasakan warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan informasi dalam tayangan Metro TV, gempa bermagnitudo 5,2 tersebut berpusat sekitar 54 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Guncangan membuat sejumlah pegawai di Kantor Koperasi Pintu Air panik dan berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Gempa tersebut terjadi di tengah rangkaian aktivitas kegempaan yang masih dirasakan masyarakat NTT setelah gempa besar pada 15 Agustus 2026. Dalam tayangan tersebut disebutkan, warga memilih beraktivitas di luar rumah maupun gedung karena masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kepanikan juga terjadi di Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante. Sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan di tenda darurat ikut merasakan guncangan. Tim medis kemudian berupaya menenangkan pasien yang berada di lokasi.
Baca Juga: Plato House Blitar Tawarkan Minuman Eksperimental dengan Harga Terjangkau, Ada Racikan Unik yang Bik
Sementara itu, Florentina Nena, warga Nagekeo yang diwawancarai Metro TV, mengatakan gempa susulan masih terasa pada pagi, siang hingga sore hari. Ia bersama warga lainnya memilih tetap beraktivitas di luar rumah.
Menurut Florentina, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa hari. Rumahnya memiliki bangunan yang terbuat dari bambu sehingga keluarga memilih tidur dan beraktivitas di area yang dianggap lebih aman. Ia menyebut gempa susulan yang dirasakan masih cukup kuat, meski tidak sebesar guncangan pada 15 Agustus.
Ribuan Gempa Tercatat
Dalam tayangan tersebut, data BMKG yang disampaikan per pagi hari mencatat sebanyak 2.768 kali gempa. Magnitudo gempa bervariasi, mulai dari 1,1 hingga yang terbesar 6,2. Dari jumlah tersebut, terdapat 24 gempa dengan magnitudo di atas 5.
Sementara gempa susulan yang dirasakan masyarakat tercatat sebanyak 81 kali. Angka tersebut menggambarkan aktivitas kegempaan yang masih berlangsung di wilayah NTT.
Peneliti ahli muda Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sony Ari Wibowo, menjelaskan gempa utama yang terjadi sebelumnya memiliki magnitudo 7,7. Menurut dia, gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah gempa utama.
Ia menjelaskan aktivitas gempa susulan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Tidak ada ukuran pasti yang dapat digunakan untuk menentukan kapan seluruh gempa susulan akan berhenti.
Sony juga menyoroti Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik Flores yang berada di bagian utara Pulau Flores. Menurut penjelasannya, struktur tersebut merupakan salah satu sesar aktif di Indonesia.



