Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Tsunami NTT ke Jawa Timur, Pakar ITS Ungkap Risikonya

M
Potensi tsunami NTT dari gempa Flores dinilai kecil hingga Jawa Timur. Pakar ITS tetap mengingatkan warga pesisir agar waspada. (PINTEREST)
Potensi tsunami NTT dari gempa Flores dinilai kecil hingga Jawa Timur. Pakar ITS tetap mengingatkan warga pesisir agar waspada. (PINTEREST)

Advertisement

SURABAYA - Potensi tsunami NTT setelah gempa magnitudo 7,7 di wilayah Flores menjadi perhatian. Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof. Amien Widodo menyebut hasil simulasi menunjukkan gelombang tsunami dapat menjalar ke sejumlah wilayah, termasuk Bali Utara, Lombok Utara, hingga bagian timur pesisir Jawa Timur.

Meski demikian, Amien menilai potensi gelombang tsunami dari gempa Flores meluas hingga Jawa Timur relatif kecil. Hal tersebut dipengaruhi oleh besarnya pergeseran vertikal dasar laut di Laut Flores yang dinilai tidak terlalu besar.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Setelah kejadian, peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah dicabut.

Amien menjelaskan, berdasarkan simulasi, apabila gempa tersebut menghasilkan tsunami, gelombang dapat bergerak menuju sejumlah wilayah di sekitar Nusa Tenggara hingga Jawa Timur.

"Kalau kemarin disimulasikan, memang sampai ke mana-mana istilahnya kalau terjadi tsunami. Bali, tapi bagian utara, Jawa ya bagian sisi Situbondo bagian timur, semacam itu. Lombok ya bagian utara," ujar Amien, dikutip Kamis (20/8/2026).

Advertisement

Pergeseran Dasar Laut Jadi Pemicu

Menurut Amien, potensi tsunami berkaitan dengan mekanisme gempa yang menyebabkan dasar laut mengalami pergerakan vertikal. Di Laut Flores, aktivitas sesar naik atau back-arc thrust fault dapat mendorong dasar laut ke atas.

Perubahan tersebut kemudian memengaruhi massa air di atasnya. Ketika air laut terdorong akibat perubahan dasar laut, permukaan air dapat mengalami surut di kawasan tertentu sebelum kemudian bergerak kembali dan membentuk gelombang tsunami.

"Maka pantai yang paling dekat situ kan Labuan Bajo, air lautnya surut karena di tengah laut airnya menuju ke atas. Setelah surut tadi, maka istilahnya menyeimbangkan kembali, maka terjadilah tsunami," jelasnya.

Namun, Amien mengatakan dampak gelombang akan semakin berkurang ketika bergerak menjauh dari sumber gempa. Ia memperkirakan perubahan air laut di sekitar Labuan Bajo saja masih berada di bawah 30 sentimeter.

"Di Labuan Bajo yang dekat saja mungkin di bawah 30 cm, maka yang jauh menjadi sangat berkurang," ungkapnya.

Advertisement
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Suara.bisnis.com

Artikel Terkait

ITS Surabaya Jadi Kampus Teknologi Terbaik di Jawa Timur, Lulusannya Banyak Direkrut Perusahaan Besar hingga Startup

ITS Surabaya Jadi Kampus Teknologi Terbaik di Jawa Timur, Lulusannya Banyak Direkrut Perusahaan Besar hingga Startup

ITS Surabaya menjadi kampus teknologi terbaik di Jawa Timur dengan akreditasi unggul, fasilitas modern, dan lulusan yang banyak direkrut perusahaan besar.

Kemensos Kerahkan 7 Dapur Umum untuk 31 Ribu Pengungsi Gempa NTT

Kemensos Kerahkan 7 Dapur Umum untuk 31 Ribu Pengungsi Gempa NTT

Kemensos mengerahkan tujuh dapur umum dan menyalurkan bantuan Rp14 miliar untuk memenuhi kebutuhan 31 ribu pengungsi gempa NTT.

Kemensos Jamin 31 Ribu Pengungsi Gempa NTT Tak Kelaparan

Kemensos Jamin 31 Ribu Pengungsi Gempa NTT Tak Kelaparan

Kemensos menyalurkan bantuan lebih dari Rp14 miliar untuk 31 ribu pengungsi gempa NTT, termasuk pangan dan tujuh dapur umum.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer