Begini Metode Pemilihan Ahwa Muktamar NU, 9 Ulama dengan Suara Terbanyak Dipilih


JOMBANG - Pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) menjadi salah satu tahapan penting dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).
Forum yang beranggotakan sembilan ulama tersebut nantinya bertugas memilih Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar NU dalam wawancara dengan TV NU menjelaskan, Ahwa merupakan forum yang memiliki kewenangan untuk memilih Rais Aam Syuriah PBNU.
Baca Juga: Megawati Hangestri Pakai Nomor 88 di Hyundai Hill State, Ini Skuad Barunya
Posisi tersebut merupakan kepemimpinan tertinggi dalam struktur Syuriah NU.
Menurutnya, Rais Aam harus memenuhi kualifikasi tertentu, terutama dalam bidang keagamaan.
Selain memiliki kompetensi keilmuan dan moral, sosok tersebut juga diharapkan memahami pergerakan serta tata aturan organisasi.
Syuriah memiliki kedudukan strategis karena memberikan inspirasi sekaligus melakukan kontrol terhadap jalannya organisasi agar tetap berada sesuai ketentuan.
Syuriah juga memiliki peran menerjemahkan gagasan besar organisasi ke dalam langkah operasional yang dijalankan jajaran eksekutif.
Karena posisi tersebut sangat strategis, pemilihan Rais Aam dilakukan melalui forum yang diisi para ulama, fuqoha dan kiai yang dinilai memiliki kompetensi serta kapasitas.
Sembilan Nama Dihimpun dari Cabang dan Wilayah
Dalam mekanisme pemilihan Ahwa, pengurus Syuriah di tingkat cabang dan wilayah mengusulkan nama-nama ulama.



