First Class Harapan Jaya Alami Kendala AC, Penumpang Dialihkan di Tengah Perjalanan

SOLO - Perjalanan menggunakan First Class Harapan Jaya dari Blitar menuju Solo berubah menjadi pengalaman tak terduga setelah bus mengalami kendala sistem AC seusai berhenti di rumah makan kawasan Gondangrejo. Penumpang kemudian dialihkan ke bus lain karena perbaikan membutuhkan waktu, sementara armada tersebut harus kembali dan menginap sebelum melanjutkan perjalanan.
Perjalanan ini menjadi perhatian karena bus yang digunakan merupakan unit yang baru kembali beroperasi setelah vakum sekitar satu tahun. Sebelum mengalami kendala, perjalanan berlangsung dengan sejumlah fasilitas First Class, termasuk paket snack yang berisi 13 item dan layanan makan di rumah makan mitra Harapan Jaya.
Dapat Snack hingga 13 Item
Dalam perjalanan tersebut, penumpang mendapatkan paket snack dalam jumlah cukup banyak. Setelah dibuka dan dihitung, terdapat sekitar 13 item, termasuk Citato, biskuit, tisu, kopi, minuman, roti croissant, serta beberapa makanan ringan lainnya.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis di Blitar Terkendala Input Data, 20 Ribu Hasil Pemeriksaan Sempat Menunggak
Perjalanan kemudian berlanjut melewati sejumlah wilayah hingga rombongan tiba di rumah makan Gondangrejo, Solo. Penumpang mendapatkan pilihan menu makan, seperti ayam katsu, rawon, krengseng daging, ayam lada hitam, telur asin, dan sambal terasi.
Penumpang juga mendapatkan buah semangka sebagai bagian dari paket makan. Waktu servis makan diberikan sekitar 30 menit sebelum perjalanan dilanjutkan.
AC Bus Bermasalah Seusai Berangkat dari Gondangrejo
Masalah muncul setelah bus kembali bergerak dan memasuki gerbang tol Gondangrejo. Kru menemukan AC tidak dapat menyala sehingga bus harus berhenti di bahu jalan.
Kap bus kemudian dibuka dan dilakukan pemeriksaan awal. Kru berupaya memperbaiki kendala tersebut sembari menunggu bantuan montir.
Karena montir harus datang dari wilayah Pati dan membutuhkan waktu sekitar dua jam, keputusan kemudian diambil untuk mengalihkan penumpang ke bus lain, yakni SB06.
