Harga Minyak Dunia Tembus USD 106 per Barel, Berapa Hari Cadangan Pertalite Indonesia?

JAKARTA - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menembus USD 106 per barel di tengah ketidakpastian global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan cadangan Pertalite nasional berada di kisaran 16–20 hari, sedangkan BBM jenis lain tersedia untuk lebih dari 20 hari.
Pemerintah kini berupaya menjaga ketahanan energi dan memastikan distribusi BBM tetap lancar. Perhatian khusus diberikan kepada wilayah yang sempat mengalami kendala pasokan.
Cadangan BBM Nasional Masih Terjaga
Bahlil menjelaskan, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 berada di kisaran USD 91–92 per barel. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menghadapi dinamika pasar energi global.
Untuk stok BBM, Pertalite dengan RON 90 memiliki cadangan sekitar 16–20 hari. Sementara itu, Pertamax RON 92, Pertamax Turbo RON 98, dan solar disebut memiliki cadangan di atas 20 hari.
Stok BBM Bali Dikejar hingga 15 Hari
Kondisi pasokan BBM di Bali juga menjadi perhatian pemerintah. Bahlil menyebut cadangan di wilayah tersebut telah meningkat menjadi 11–12 hari setelah koordinasi bersama Gubernur Bali dan Pertamina.
Pemerintah menargetkan cadangan BBM Bali mencapai 15 hari dalam satu pekan. Kendala sebelumnya dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa, tetapi distribusi dilaporkan mulai kembali teratasi.
Selain Bali, pasokan BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur juga disebut mulai membaik setelah Pertamina melakukan penyaluran.
Harga Batu Bara dan Industri Baterai Jadi Perhatian
Di sektor pertambangan, Bahlil menyampaikan harga batu bara dengan kalori sekitar 6.300 mencapai USD 154 per ton. Pemerintah berencana melakukan relaksasi produksi secara terbatas untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Sementara itu, pengembangan hilirisasi nikel terus berjalan. Pemerintah juga bersiap meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, hasil kerja sama CATL dengan BUMN Indonesia.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat industri pengolahan mineral dan rantai pasok baterai kendaraan listrik di dalam negeri.



