Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Dihina Miskin hingga Bisa Gaji Banyak Orang: Alex dan Galuh Classic

Anggi Septiani • Sabtu, 19 Juli 2025 | 02:45 WIB

Dari Dihina Miskin hingga Bisa Gaji Banyak Orang: Alex dan Galuh Classic
Dari Dihina Miskin hingga Bisa Gaji Banyak Orang: Alex dan Galuh Classic

Blitar – Kisah inspiratif datang dari seorang ayah muda asal Blitar, Alex Zakaria. Dulu ia sempat dianggap tak layak jadi suami hanya karena tak punya harta. Namun siapa sangka, dari garasi kecil dan motor bekas, Alex membuktikan bahwa konsistensi dan ketulusan bisa mengubah nasib.

Lewat usaha yang ia bangun sendiri, yakni Galuh Classic, Alex kini berhasil menggaji banyak orang dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal di lingkungannya.

Galuh Classic bukan sekadar showroom motor klasik. Tempat ini telah menjelma jadi wadah pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: 9 Jurus Sakti BP2MI: Lawan Sindikat Ilegal dan Ciptakan PMI Profesional

Dari hanya menjual satu-dua unit motor tua, kini usaha Alex mempekerjakan 9 karyawan tetap dan melibatkan belasan rekanan, termasuk tukang cat, mekanik, penjual onderdil, dan tukang kirim.

Di tengah banyaknya cibiran yang dulu ia terima, Alex tetap memilih diam dan fokus bekerja. “Dulu saya diremehkan, dianggap enggak layak nikah karena miskin. Tapi saya yakin, kalau kerja pakai hati, pasti ada jalan,” ucap Alex saat ditemui tim BlitarKawentar di showroom Galuh Classic, Kecamatan Sananwetan.

Pernah Diremehkan, Kini Jadi Tulang Punggung Banyak Keluarga

Perjalanan Galuh Classic tidak instan. Awalnya, Alex menjual motor kesayangan hanya demi membeli susu anak. Dari situ ia mulai merakit ulang motor-motor bekas dan menjualnya lewat media sosial. Lambat laun, usahanya berkembang.

Kini, Galuh Classic punya omzet ratusan juta per bulan. Namun bagi Alex, ukuran sukses bukan sekadar angka. “Bagi saya, bangga itu bukan karena bisa beli motor, tapi karena bisa nyukupi banyak orang,” tegasnya.

Setiap karyawan yang bekerja bersamanya tak hanya diajari soal mesin, tapi juga soal etika kerja dan filosofi hidup. Alex percaya, kesuksesan baru berarti jika memberi manfaat bagi orang lain.

Membuka Rezeki Lewat Rongsokan

Di tangan Alex, motor tua yang dianggap rongsokan bisa jadi motor bernilai puluhan juta rupiah. Tapi nilai sesungguhnya bukan pada motornya, melainkan pada proses yang melibatkan banyak orang.

Mulai dari pembongkaran, pengecatan, pemasangan, hingga uji coba—semuanya dilakukan oleh warga sekitar. Proses ini menciptakan lapangan kerja bagi para pemuda yang sebelumnya pengangguran.

“Kalau cuma saya yang kaya, buat apa? Lebih penting usaha ini jadi berkah buat banyak orang. Galuh Classic bukan cuma showroom, tapi jalan rezeki bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Manfaatkan Teknologi AI untuk Majukan UMKM Indonesia

Alex juga sering menggratiskan biaya servis untuk siswa SMK yang magang di bengkelnya. Ia ingin berbagi ilmu sekaligus memupuk rasa percaya diri pada generasi muda.

Filosofi: Kerja dari Hati, Bukan Sekadar Uang

Meski banyak penawaran bisnis untuk ekspansi, Alex tak tergoda. Ia lebih memilih mempertahankan kualitas dan nilai-nilai kejujuran dalam usahanya. Baginya, Galuh Classic bukan sekadar brand, tapi cermin dari hidupnya.

“Saya enggak mau usaha ini cuma jadi mesin uang. Harus tetap ada hatinya. Pelanggan harus puas, karyawan harus senang, dan saya juga tenang,” jelas Alex.

Filosofi inilah yang membuat showroom-nya terus dipercaya pelanggan dari berbagai kota, bahkan hingga luar Jawa.

Dicemooh Jadi Motivasi

Kehidupan masa lalu Alex jauh dari mudah. Ia sempat ditinggal istri setelah melahirkan, harus membesarkan anak seorang diri, dan dicap miskin oleh keluarga mertua. Namun justru semua itu menjadi bahan bakar semangatnya.

“Waktu dihina miskin, saya enggak marah. Saya jadikan motivasi. Saya tahu saya harus bangkit, demi anak saya,” katanya.

Kini, anak semata wayangnya tumbuh dengan bangga melihat perjuangan sang ayah. Ia kerap ikut ke bengkel, menyaksikan motor-motor tua dirakit jadi layak jalan.

Dari Galuh Classic untuk Blitar

Lebih dari sekadar usaha, Galuh Classic kini jadi simbol ketekunan dan harapan di Kota Blitar. Banyak pemuda yang datang untuk belajar, banyak keluarga yang terbantu dari roda ekonomi yang berputar di dalamnya.

Alex tak pernah melupakan masa sulitnya. Justru dari situ ia belajar tentang empati dan tanggung jawab. “Saya cuma lulusan SMA, tapi saya percaya kerja keras bisa ngalahin segalanya,” tutupnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#suami #blitar #Zakaria #Asal #alex #Tak #tunggal #Karena #pantas #dianggap #pernah #miskin #ayah #jadi