BLITAR – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional 2025 sebagai upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yasser Lee mengungkapkan, program ini menjadi wadah bagi para fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus menambah kompetensi sebelum terjun ke industri sesungguhnya.
“Lebih dari 1.000 perusahaan sudah membuka lowongan magang. Tepatnya ada 1.132 perusahaan yang memposting peluang magang di berbagai sektor,” kata Yasser Lee dalam program Selamat Pagi Indonesia, Selasa (22/10).
Menurutnya, proses rekrutmen magang dimulai dari pendaftaran oleh perusahaan melalui platform digital yang disiapkan pemerintah. Selanjutnya, peserta magang bisa memilih hingga tiga posisi di perusahaan yang sesuai dengan latar belakang studi masing-masing.
Batch Pertama Dimulai 20 Oktober
Yasser menyebut, tahap pertama atau batch pertama Program Magang Nasional akan dimulai pada 20 Oktober 2025. Dalam tahap ini, perusahaan akan melakukan seleksi langsung terhadap para pendaftar tanpa campur tangan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Seleksi tetap dilakukan oleh perusahaan. Kami hanya memfasilitasi dan memastikan prosesnya transparan,” ujar Yasser.
Ia menambahkan, selama masa magang yang berlangsung enam bulan, peserta akan mendapatkan uang saku setara upah minimum kota/kabupaten yang ditanggung langsung oleh pemerintah. Sementara itu, perusahaan berkewajiban menyediakan mentor bagi maksimal 20 peserta untuk memastikan peningkatan kompetensi berjalan efektif.
Target 100 Ribu Peserta di Seluruh Indonesia
Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 100 ribu peserta magang di seluruh Indonesia pada tahun pertama. Dari jumlah itu, 20 ribu peserta akan bergabung dalam batch awal. “Batch kedua bisa mencapai 80 ribu peserta, sesuai arahan Presiden,” jelas Yasser.
Program ini terbuka bagi lulusan sarjana maupun diploma dari berbagai bidang studi, tergantung kebutuhan industri. Setelah evaluasi batch pertama, pemerintah akan menyesuaikan sektor yang masih kekurangan tenaga atau wilayah yang belum terwakili.
Fokus pada Fresh Graduate
Terkait masukan dari masyarakat agar program ini juga dibuka untuk lulusan lama, Yasser menegaskan bahwa tahap awal memang difokuskan pada fresh graduate atau lulusan satu tahun terakhir.
Baca Juga: Dirjen PSKP Dorong Restorative Justice Tangani Konflik Pertanahan Jawa Timur
“Program ini adalah bagian dari school to work transition, memastikan lulusan baru tidak kehilangan momentum untuk mengasah kemampuan dan siap kerja,” ujarnya.
Namun, bagi lulusan yang telah melewati masa satu tahun, pemerintah tetap membuka peluang melalui platform Siap Kerja dan Career Hub, yang menampung lebih dari 200 ribu lowongan kerja dari berbagai sektor.
“Silakan kunjungi Career Hub di aplikasi Siap Kerja. Saat ini kami sedang integrasikan dengan portal swasta. Targetnya bisa menampung hingga satu juta lowongan pekerjaan,” tambahnya.
Cegah Eksploitasi Peserta Magang
Menaker juga menanggapi kekhawatiran masyarakat soal potensi eksploitasi peserta magang oleh perusahaan. Untuk mencegah hal tersebut, Kemnaker menyiapkan sistem pengawasan berbasis aplikasi.
“Setiap peserta wajib mengisi aktivitas harian secara daring. Perusahaan juga wajib menunjuk mentor yang memantau perkembangan peserta dan mengisi laporan bulanan,” tegas Yasser.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan dilibatkan dalam proses pengawasan. Jika ditemukan pelanggaran atau indikasi eksploitasi, perusahaan tersebut akan masuk daftar hitam (blacklist).
Keterlibatan Perusahaan dan Dunia Industri
Menaker mengakui bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dunia usaha. Pemerintah terus mendorong perusahaan di berbagai sektor untuk membuka posisi magang yang relevan dengan bidang studi peserta.
“Kami sudah memiliki tim verifikator untuk memastikan setiap lowongan sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan kebutuhan kompetensi. Kalau tidak pas, kami tolak,” ujar Yasser.
Dia juga membuka peluang bagi kementerian dan lembaga negara untuk ikut menjadi lokasi magang pada batch berikutnya.
Peluang Magang ke Luar Negeri
Ke depan, pemerintah berencana memperluas program ini ke tingkat internasional. “Setelah program dalam negeri stabil, kami akan buka Program Magang Luar Negeri untuk memberikan pengalaman global bagi lulusan Indonesia,” ungkapnya.
Dengan berbagai fasilitas dan dukungan dari pemerintah, Yasser berharap program ini menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran terdidik.
“Kami ingin lulusan Indonesia bukan hanya punya ijazah, tapi juga pengalaman nyata di dunia kerja,” tutup Menaker Yasser Lee.
Editor : Anggi Septian A.P.