BLITAR KAWENTAR – Rencana penyaluran bantuan Rp 7 M untuk korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah cepat. Demi memastikan bantuan sampai ke lokasi yang sulit dijangkau, Dedi menyewa dua pesawat Susi Air untuk membawa logistik langsung dari Padang menuju titik-titik terisolir. Langkah ini disampaikan Dedi usai menghadiri agenda di Gedung Sate Bandung, Selasa (2/12).
Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang berbagai wilayah Sumatera menimbulkan kerusakan masif. Dalam pernyataannya, Dedi mengatakan bahwa ia akan berangkat ke Padang pada Kamis (4/12) untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Penyampaian bantuan Rp 7 M ini menjadi prioritas karena kebutuhan logistik di banyak daerah belum terpenuhi dengan baik.
Dedi menjelaskan, semula pihaknya berencana membeli logistik dari Aceh atau Sumatera Utara. Namun rencana tersebut diubah setelah mempertimbangkan ketersediaan barang yang terbatas serta harga yang cenderung tinggi. Oleh karena itu, ia memilih membeli seluruh kebutuhan di wilayah Padang untuk mempercepat proses distribusi sekaligus menekan biaya pengadaan.
Dana Rp 7 M Hasil Donasi Berbagai Pihak
Dalam kesempatan tersebut, Dedi membeberkan bahwa total dana yang terkumpul mencapai Rp 7 miliar, berasal dari berbagai pihak mulai dari Kadin Jabar, Apindo, Baznas, BJB, hingga kontribusi dana pribadi. Seluruh dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk barang dan distribusinya dipusatkan melalui Padang.
Menurut Dedi, proses pengumpulan donasi berlangsung sangat cepat. Dalam waktu sekitar lima menit, para pemangku kepentingan yang hadir langsung sepakat memberikan kontribusi. Sinergi ini dinilai penting untuk mempercepat hadirnya bantuan bagi masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.
Dua pesawat Susi Air akan difungsikan sebagai pengangkut barang menuju daerah-daerah dengan akses darat yang terputus. Sejumlah wilayah hingga kini masih sulit dijangkau akibat kerusakan jalan, putusnya jembatan, serta lumpuhnya jalur logistik akibat longsor.
Misi Tambahan: Mencari Saudara yang Hilang Kontak
Selain mengantarkan bantuan, Dedi Mulyadi juga memiliki misi pribadi. Ia mengaku dimintai tolong oleh keluarganya untuk mencari saudaranya yang hilang kontak sejak peristiwa banjir bandang di Aceh. Dedi menyampaikan bahwa permintaan tersebut membuatnya semakin terdorong untuk turun langsung ke lokasi bencana.
“Kakak saya sudah nangis-nangis meminta saya mencari saudara yang hilang. Karena itu saya akan coba mencarinya sambil menyalurkan bantuan,” ujar Dedi.
Ia memperkirakan akan berada di Sumatera selama dua hingga tiga hari, tergantung situasi lapangan dan kendala distribusi. Jika semua logistik sudah terkirim dan sistem pendataan berjalan lancar, ia kemungkinan hanya berada di sana selama dua hari.
Kerusakan Masif dan Jumlah Korban Terus Bertambah
BNPB dalam data terbarunya mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar telah mencapai 753 orang. Sementara korban hilang tercatat 650 orang dan korban luka mencapai 2.600 orang. Jumlah pengungsi bahkan tembus angka 1 juta jiwa, menunjukkan betapa luas dampak kerusakan akibat banjir bandang dan longsor tersebut.
Rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga rumah ibadah rusak parah. Sementara Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan kerugian ekonomi yang ditimbulkan mencapai Rp 6,12 triliun. Kondisi ini membuat kebutuhan bantuan logistik menjadi semakin mendesak.
Dengan kondisi tersebut, langkah Dedi Mulyadi untuk mengalokasikan bantuan Rp 7 M dan mempersiapkan pesawat khusus dinilai menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemulihan dan penanganan korban.
Berkolaborasi dengan Banyak Pihak
Rombongan yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini terdiri dari unsur Kadin, Apindo, Baznas, BJB, perwakilan pemda, dan pihak Susi Air. Dalam video yang diunggah Dedi di Instagram, seluruh pihak terlihat berkumpul dan langsung menyepakati langkah strategis untuk membantu korban bencana.
Dedi juga sempat berkelakar terkait rencananya membeli logistik di Padang. Ia mengatakan ingin sekaligus mencari nasi Padang asli langsung dari daerah asalnya sebagai bagian dari perjalanannya.
Meski bernada santai, Dedi menegaskan misi kemanusiaan ini menjadi prioritas pemerintah Jawa Barat. Ia berharap sinergi berbagai pihak dapat mempercepat pemulihan warga terdampak di seluruh wilayah bencana.
Editor : Ichaa Melinda Putri