BLITAR - Proses pengecekan penerima PIP terbaru kembali dilakukan dan menjadi perhatian ribuan pelajar di berbagai daerah. Melalui video bertajuk Pengecekan Penerima PIP Part 133, kanal YouTube Gur Rahman mengulas status pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk semua jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA dan SMK.
Dalam pengecekan kali ini, terungkap bahwa banyak siswa sudah masuk SK Pemberian PIP tahun 2025, namun dana bantuan belum masuk ke rekening masing-masing penerima. Kondisi ini memunculkan harapan sekaligus pertanyaan di kalangan orang tua dan siswa yang menanti pencairan.
Sejak awal video, Gur Rahman menegaskan bahwa pengecekan penerima PIP terbaru masih bersifat bertahap dan belum seluruh data penerima ter-update secara menyeluruh. Meski begitu, Desember 2025 dipastikan menjadi bulan krusial karena terdapat dua fase penyaluran bantuan PIP.
Siswa SMK hingga SD Sudah Masuk SK Pemberian
Salah satu siswa yang dicek adalah Romi Alviansa, siswa SMK Negeri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Romi tercatat sebagai nominasi tahun penyaluran 2024 dengan aktivasi pada 17 September 2024. Pada tahun 2025, statusnya telah masuk SK Pemberian, namun dana bantuan belum masuk.
Kasus ini menjawab pertanyaan banyak pihak terkait pencairan PIP bagi siswa SMK kelas 12. Menurut Gur Rahman, SK Pemberian sudah mencapai ratusan tahap, bahkan ada yang mendekati tahap 200. Artinya, peluang pencairan di Desember masih sangat terbuka.
Pengecekan berikutnya dilakukan pada Altaf Rasyad Assiddiq, siswa SD dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Altaf merupakan nominasi tahun 2023 dengan aktivasi Agustus 2023, dan kini telah masuk pemberian tahun 2025. Namun, sama seperti penerima lainnya, dana PIP belum masuk ke rekening.
Pencairan Fokus Desil 1–4
Dalam penjelasannya, Gur Rahman kembali menekankan bahwa pengecekan penerima PIP terbaru menunjukkan pencairan saat ini difokuskan pada siswa dari desil 1 sampai desil 4. Sementara itu, penerima dari desil 5 ke atas dipastikan tidak lagi masuk skema bantuan PIP.
Siswa lain yang dicek adalah Satriah Mandala Putra, siswa SMA dari Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Statusnya telah masuk SK Pemberian tahun 2025 dengan nominasi 2024, namun dana juga belum masuk. Meski demikian, masuknya nama dalam SK Pemberian menjadi sinyal kuat bahwa bantuan akan cair dalam waktu dekat.
PIP SMP hingga SMA Masih Berproses
Pengecekan dilanjutkan pada Fahmi Muhid Alhisyam, siswa SMP asal Provinsi Lampung. Fahmi merupakan nominasi tahun 2022 dengan aktivasi November 2022 dan telah masuk pemberian tahun 2025. Gur Rahman menyebut, proses pencairan PIP Desember ini mencakup berbagai jalur, baik pemegang KIP Digital, usulan Dinas Pendidikan kabupaten/kota, maupun Puslapdik.
Namun, ia mengingatkan bahwa keterlambatan juga bisa disebabkan kesibukan sekolah di akhir tahun, seperti kegiatan lomba, penginputan nilai, hingga administrasi lainnya. Siswa yang belum melakukan aktivasi diimbau segera menghubungi pihak sekolah agar dana tidak dikembalikan ke negara.
Tidak Diusulkan Sekolah, Masih Ada Peluang 2026
Kasus berbeda dialami Adilah Damayanti, siswa SMA kelas 10 yang terakhir menerima PIP saat masih SMP pada 2022. Hingga 2025, Adilah belum kembali diusulkan oleh pihak SMA sehingga tidak masuk nominasi tahun berjalan.
Meski demikian, peluang masih terbuka. Gur Rahman menyarankan agar siswa yang memenuhi syarat dan memegang KIP Digital segera menghubungi operator sekolah untuk pengusulan pada Januari 2026, yang menjadi periode awal pengajuan PIP tahun berikutnya.
Masih Ada Lebih dari 1 Juta Penerima Menunggu
Secara nasional, penyaluran PIP telah menjangkau lebih dari 16 juta penerima dari total sekitar 18 juta siswa. Artinya, masih ada lebih dari 1 juta penerima yang menunggu kepastian masuk SK relaksasi atau SK pemberian di Desember ini.
Bagi siswa yang belum dicek atau belum muncul statusnya, masyarakat diimbau tetap memantau pembaruan resmi dan tidak mudah terpancing informasi tidak valid. Pemerintah memastikan proses penyaluran terus berjalan hingga akhir tahun.
Editor : Findika Pratama