Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gol Persebaya Dianulir Wasit di Menit Akhir, Kemenangan Sirna dan Bonek Murka di GBT

Novica Satya Nadianti • Selasa, 3 Februari 2026 | 18:00 WIB

 

Gol Persebaya dianulir wasit di menit akhir lawan Dewa United. Kemenangan sirna, Bonek murka di GBT.
Gol Persebaya dianulir wasit di menit akhir lawan Dewa United. Kemenangan sirna, Bonek murka di GBT.

SURABAYA - Drama kembali menyelimuti Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Kemenangan yang sudah berada di depan mata sirna hanya dalam hitungan detik setelah gol Persebaya dianulir wasit pada menit-menit akhir laga. Keputusan kontroversial tersebut memaksa Green Force harus puas berbagi poin 1-1 dengan Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025–2026.

Gol yang dianulir itu dicetak oleh Mihailo Perovic pada menit ke-88. Stadion yang sempat bergemuruh mendadak terdiam ketika wasit memutuskan tidak mengesahkan gol tersebut. Protes keras langsung dilayangkan para pemain Persebaya, sementara ribuan Bonek meluapkan kekecewaan dari tribun.

Persebaya Tampil Agresif Sejak Awal

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Persebaya langsung tampil menekan sejak menit awal. Tempo cepat dan pressing tinggi menjadi ciri permainan anak asuh Bernardo Tavares. Dewa United tak tinggal diam dan beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Francisco Rivera sukses membawa Persebaya unggul setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Dewa United. Gol tersebut lahir dari kerja sama rapi yang membuat atmosfer GBT semakin membara.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Dewa United berhasil menyamakan kedudukan lewat Muhammad Kaviatur Rizki yang menerima umpan matang dari Theofilo Beden Neri. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Dominasi Babak Kedua dan Momen Kontroversial

Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares melakukan perubahan dengan memasukkan Pedro Matos dan Rahmat Irianto. Persebaya tampil semakin dominan dan terus mengurung pertahanan Dewa United.

Peluang demi peluang tercipta, tetapi masalah klasik kembali muncul. Penyelesaian akhir Green Force kerap buntu. Bola sering terhenti di kotak penalti atau melenceng tipis dari sasaran.

Saat laga memasuki menit ke-88, momen yang ditunggu akhirnya datang. Mihailo Perovic berhasil menjebol gawang Dewa United lewat tembakan akurat. Seluruh stadion bergemuruh. Namun kegembiraan itu hanya berlangsung singkat. Wasit menganulir gol tersebut tanpa penjelasan yang memuaskan di mata banyak pihak.

Keputusan gol Persebaya dianulir wasit ini langsung menjadi sorotan utama. Banyak pihak menilai tidak ada pelanggaran jelas sebelum gol tercipta. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, keputusan tersebut tak berubah dan skor tetap 1-1.

Wasit Kembali Jadi Sorotan

Hasil ini terasa menyakitkan bagi Persebaya karena terjadi di kandang sendiri dan kemenangan sudah di depan mata. Wasit pun kembali menjadi sasaran kritik, baik dari pemain, ofisial, maupun suporter.

Bagi Bonek, kejadian ini memperpanjang daftar kekecewaan akibat keputusan kontroversial di laga kandang. Harapan meraih tiga poin kembali pupus, padahal Persebaya tampil dominan hampir sepanjang babak kedua.

Isu Transfer Mulai Mengemuka

Di tengah kekecewaan tersebut, isu transfer mulai mencuat. Persebaya disebut masih membutuhkan tambahan pemain, terutama di sektor penyerang lokal. Sejak kepergian Rizky Dwi, posisi tersebut belum benar-benar terisi.

Nama Hansamu Yama dikabarkan berpeluang kembali ke Surabaya setelah dipinjamkan Persija Jakarta. Sementara itu, Bernardo Tavares mulai menyiapkan solusi internal dengan memproyeksikan Malik Risaldi sebagai striker.

Keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Malik sejatinya berposisi sebagai winger. Musim ini, kontribusinya juga belum maksimal dengan catatan satu gol dan dua assist.

Tavares Realistis, Bursa Transfer Jadi Penentu

Bernardo Tavares mengakui sulit mendatangkan pemain lokal karena banyak yang masih terikat kontrak. Namun ia tak menutup kemungkinan mencari penyerang baru jika eksperimen internal tak berjalan sesuai harapan.

Bursa transfer paruh musim Super League akan ditutup pada 6 Februari. Hingga saat itu, semua opsi masih terbuka bagi Persebaya. Satu hal yang pasti, Green Force harus segera bangkit agar hasil imbang penuh kontroversi seperti ini tak kembali merugikan di akhir musim.

 

Editor : Novica Satya Nadianti