JAKARTA – Nama Sir Alex Ferguson tak pernah terpisahkan dari kejayaan Manchester United. Selama 26 tahun menukangi Setan Merah, manajer asal Skotlandia itu membangun dinasti paling dominan dalam sejarah sepak bola Inggris. Namun di balik kesuksesan tersebut, perjalanan Sir Alex Ferguson juga diwarnai konflik panas dengan sejumlah pemain bintang Manchester United.
Sebagai sosok perfeksionis dan berkarakter keras, Sir Alex Ferguson dikenal tak segan mengambil keputusan ekstrem demi menjaga disiplin tim. Beberapa pemain kelas dunia bahkan harus angkat kaki dari Old Trafford akibat perselisihan yang tak terhindarkan. Konflik-konflik inilah yang hingga kini masih menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola.
Konflik Sir Alex Ferguson dengan Jaap Stam
Salah satu konflik terbesar Sir Alex Ferguson di Manchester United terjadi dengan Jaap Stam. Bek tengah asal Belanda itu dijual secara mengejutkan ke Lazio pada musim panas 2001. Penyebabnya adalah isi autobiografi Stam berjudul Head to Head yang menyinggung pendekatan ilegal Ferguson saat masih membela PSV Eindhoven.
Meski mengaku tak membaca buku tersebut secara utuh, Sir Alex Ferguson murka setelah membaca cuplikannya di media. Tanpa kompromi, Stam dilepas tanpa sepengetahuan sang pemain. Keputusan itu belakangan diakui Ferguson sebagai salah satu kesalahan terbesarnya.
Roy Keane, Kapten Ikonik yang Diusir
Hubungan Sir Alex Ferguson dengan Roy Keane juga berakhir pahit. Perselisihan bermula dari kritik tajam Keane terhadap fasilitas klub dan rekan setimnya di MUTV. Ferguson menilai sikap Keane memberi pengaruh buruk bagi pemain muda.
Pada November 2005, kontrak Roy Keane resmi diputus. Sang kapten legendaris pun meninggalkan Old Trafford, mengakhiri era kepemimpinannya yang ikonik di Manchester United.
Rud van Nistelrooy dan Retaknya Ruang Ganti
Nama Rud van Nistelrooy juga masuk daftar konflik besar Sir Alex Ferguson. Meski mencetak 150 gol dari 219 laga, striker asal Belanda itu berseteru dengan Ferguson pada musim 2005–2006. Ucapan kontroversial Van Nistelrooy kepada Cristiano Ronaldo muda menjadi pemicu utama.
Akibat konflik tersebut, Van Nistelrooy dicadangkan di final Piala Liga 2006 dan akhirnya dijual ke Real Madrid pada akhir musim. Kepergian ini menandai berakhirnya salah satu duet paling mematikan di Liga Inggris kala itu.
Wayne Rooney dan Ancaman Transfer ke Rival
Pada 2010, Wayne Rooney sempat membuat Sir Alex Ferguson naik pitam. Rooney menolak memperpanjang kontrak dan menuntut kenaikan gaji signifikan, bahkan mengancam pindah ke rival seperti Manchester City atau Chelsea.
Situasi memanas sebelum akhirnya Manchester United mengabulkan permintaan Rooney dengan kontrak bernilai fantastis. Meski sempat dicap rakus, Rooney membalasnya dengan performa impresif hingga bertahan di klub sampai 2017.
David Beckham dan Insiden Sepatu Terbang
Konflik Sir Alex Ferguson dengan David Beckham menjadi salah satu yang paling legendaris. Perubahan gaya hidup Beckham setelah menikahi Victoria Beckham membuat Ferguson gerah. Puncaknya terjadi usai kekalahan dari Arsenal di Piala FA 2003.
Di ruang ganti, Ferguson menendang sepatu yang mengenai pelipis Beckham hingga berdarah. Insiden itu mempercepat kepergian Beckham ke Real Madrid pada musim panas 2003.
Penyesalan Sir Alex Ferguson soal Pemain yang Dijual
Selain konflik, Sir Alex Ferguson juga mengakui penyesalannya melepas beberapa pemain. Diego Forlan, Carlos Tevez, Jaap Stam, Gerard Pique, dan Cristiano Ronaldo disebut sebagai penjualan yang seharusnya tak terjadi.
Kasus Cristiano Ronaldo paling disorot. Meski dijual dengan rekor transfer dunia ke Real Madrid pada 2009, harga tersebut terasa murah melihat prestasi luar biasa Ronaldo kemudian, termasuk empat Ballon d’Or bersama Los Blancos.
Empat Pemain Terbaik Versi Sir Alex Ferguson
Di antara ratusan pemain yang pernah dilatihnya, Sir Alex Ferguson menyebut Eric Cantona, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Cristiano Ronaldo sebagai yang terbaik. Keempatnya dinilai memiliki kombinasi sempurna antara bakat, mentalitas, dan loyalitas.
Bagi Ferguson, Cristiano Ronaldo bukan sekadar pemain. Hubungan keduanya bahkan digambarkan layaknya ayah dan anak, sebuah ikatan yang tetap terjaga hingga kini.
Warisan Sir Alex Ferguson bukan hanya trofi, tetapi juga kisah kepemimpinan, konflik, dan keputusan besar yang membentuk sejarah Manchester United. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai manajer legendaris yang tak tergantikan.