JAKARTA - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menggema, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga menembus perhatian publik Korea Selatan. Atlet voli putri andalan Indonesia itu mendadak menjadi trending topik nomor satu di Negeri Ginseng setelah cuplikan smash kerasnya viral di media sosial dan platform berita olahraga Korea.
Fenomena ini membuat media dan netizen Korea Selatan terkejut. Banyak yang nyaris tak percaya bahwa pemain dengan kekuatan serangan sebrutal itu berasal dari Asia Tenggara. Pencarian dengan kata kunci “Megawati”, “Indonesia Monster”, hingga “Asian Best Opposite” mendominasi mesin pencari Korea dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah media voli Korea menulis dengan nada kagum sekaligus terkejut. Mereka menilai Megawati Hangestri Pertiwi tidak mengalami penurunan performa sejak meninggalkan Red Sparks, klub yang sempat membesarkan namanya di Liga Voli Korea. Sebaliknya, Megawati dinilai tampil lebih matang, lebih agresif, dan jauh lebih mematikan.
Smash yang Disebut Membawa Trauma
Salah satu media olahraga Korea bahkan menulis, “Ini bukan sekadar smash keras, ini adalah pukulan yang membawa trauma bagi lawan.” Sudut serangan tajam, kecepatan bola yang sulit terbaca, serta timing loncatan yang nyaris sempurna membuat banyak analis menyebut Megawati sebagai anomali di voli Asia.
Media Korea juga menyematkan istilah ekstrem dengan menyebutnya sebagai “Red Sparks versi liar”. Julukan itu menggambarkan bagaimana Megawati kini tampil lebih bebas, ekspresif, dan agresif dibandingkan saat berkarier di liga Korea. Dalam sebuah ulasan video, komentator menyebut, “Dia masih Megawati yang kami kenal, tapi dengan api yang jauh lebih besar.”
Potongan video smash Megawati pun dianalisis frame demi frame. Banyak yang membandingkannya dengan opposite hitter terbaik Korea Selatan. Hasilnya mengejutkan. Tak sedikit analis yang mengakui kekuatan Megawati sudah berada di level elite Asia, bahkan dunia.
Diakui sebagai Pemain Terbaik Asia
Tak berhenti di situ, beberapa media besar Korea secara terbuka menyebut Megawati Hangestri Pertiwi sebagai pemain voli putri terbaik Asia saat ini. Julukan tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Konsistensi serangan, mental baja di laga besar, serta kemampuan menembus blok ganda hingga tripel menjadi dasar utama penilaian.
Media Korea menilai Megawati bukan hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga insting, pengalaman, dan kecerdasan membaca permainan. Mereka bahkan menulis, jika ada satu pemain Asia yang mampu menjatuhkan mental lawan hanya lewat satu smash, maka nama itu adalah Megawati.
Julukan paling mencolok datang dari media daring Korea yang menyebutnya “Monster Indonesia”. Sebutan yang sempat dianggap kontroversial itu justru diterima sebagai simbol dominasi. Bagi publik Korea, Megawati telah mengubah persepsi lama tentang voli Asia Tenggara yang selama ini dianggap hanya pelengkap.
Bersinar Bersama Jakarta Pertamina Enduro
Di dalam negeri, performa Megawati juga tak kalah impresif. Bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE), ia menjadi kunci kebangkitan tim di Proliga 2026. Hingga akhir Seri Bandung pekan ketiga, Megawati sudah mengoleksi 97 poin dan menembus lima besar daftar top skor sektor putri.
Pencapaian ini terbilang langka, mengingat dominasi pemain asing kelas dunia di Proliga. Megawati tercatat sebagai satu-satunya pemain lokal yang mampu bersaing langsung dengan nama-nama besar seperti Neriman Ozsoy, Anastasia Guerra, dan pemain asing top lainnya.
Momen krusial terjadi saat Jakarta Pertamina Enduro menumbangkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor telak 3-0. Dalam laga tersebut, Megawati tampil sebagai top skor dengan 20 poin dan menjadi pembeda di bawah tekanan.
Kontribusinya bahkan melampaui dua pemain asing JPE, Yana Sherban dan Wilma Salas. Kombinasi servis keras, back attack tajam, dan keberanian mengambil risiko membuat Megawati terus menjadi tumpuan serangan.
Dengan sisa seri yang masih panjang, peran Megawati Hangestri Pertiwi diyakini akan semakin krusial. Ia bukan hanya kandidat top skor lokal terbaik, tetapi juga simbol perlawanan pemain Indonesia di tengah dominasi asing. Monster Indonesia itu kini benar-benar telah naik level.
Editor : Dyah Wulandari