Banyak peserta yang merasa enggan melakukan pengecekan karena beranggapan prosesnya rumit. Harus mengunduh aplikasi tambahan yang memakan memori ponsel atau harus datang dan mengantre panjang di kantor cabang sering menjadi alasan utama. Namun, tahukah Anda bahwa kini ada solusi yang jauh lebih praktis?
Berdasarkan informasi terbaru yang dibagikan oleh Arena Publik, Anda kini bisa menerapkan cara cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak hanya bermodalkan aplikasi pesan instan WhatsApp (WA). Metode ini dinilai sangat efisien karena tidak mengharuskan pengguna menginstal aplikasi baru seperti Mobile JKN, yang mungkin berat bagi sebagian tipe ponsel. Simak panduan lengkapnya berikut ini agar Anda tidak lagi bingung saat membutuhkan layanan kesehatan.
Manfaatkan Layanan Chat Tanpa Aplikasi
Metode pengecekan melalui WhatsApp ini memanfaatkan layanan otomatis yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Dalam transkrip panduan tersebut, layanan ini disebut sebagai akses ke menu informasi yang sangat responsif.
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyimpan nomor layanan BPJS Kesehatan di kontak ponsel Anda. Pastikan Anda menyimpan nomor resmi yang terverifikasi. Setelah nomor tersimpan, buka aplikasi WhatsApp dan cari kontak tersebut. Anda tidak perlu mendaftar akun yang rumit layaknya di aplikasi, cukup mulai obrolan layaknya mengirim pesan ke teman.
Ketikkan kata sapaan apa saja, misalnya "Selamat Malam" atau "Halo". Sistem otomatis akan segera merespons pesan Anda. Dalam hitungan detik, Anda akan menerima balasan berisi sambutan selamat datang di layanan Pandawa atau layanan informasi JKN.
Baca Juga: Gaji Hakim Naik hingga 280 Persen, Ini Penjelasan Lengkap Presiden Prabowo yang Jadi Sorotan Publik
Panduan Langkah Demi Langkah
Setelah menerima balasan awal, sistem akan menyuguhkan beberapa opsi menu. Sesuai panduan, Anda diminta untuk memilih menu "Informasi". Langkah ini penting agar sistem mengarahkan Anda ke fitur pengecekan data, bukan ke fitur administrasi lainnya.
Setelah memilih menu informasi, sistem akan kembali mengirimkan daftar opsi layanan yang lebih spesifik. Fokuslah pada opsi "Cek Status Kepesertaan" yang biasanya berada di urutan paling atas. Klik atau pilih opsi tersebut, lalu tekan kirim.
Tahap selanjutnya adalah verifikasi identitas. Sistem akan meminta Anda memasukkan data diri untuk pencarian. Kabar baiknya, Anda tidak harus menghafal nomor kartu BPJS yang panjang. Anda cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP elektronik Anda.
"Masukkan nomor KTP, NIK, atau nomor BPJS Kesehatan yang ingin kamu ketahui. Ini sama saja, bisa pakai nomor yang ada di kartu BPJS atau NIK KTP," demikian dijelaskan dalam panduan tersebut. Pastikan Anda mengetikkan 16 digit angka NIK dengan teliti dan benar, lalu kirimkan.
Perhatikan Format Tanggal Lahir
Satu hal yang sering membuat peserta gagal dalam cara cek BPJS Kesehatan aktif lewat WhatsApp adalah kesalahan format tanggal lahir. Setelah mengirimkan NIK, sistem akan meminta verifikasi tanggal lahir peserta.
Ingat, format yang diminta biasanya adalah Tahun-Bulan-Tanggal (YYYY-MM-DD). Misalnya, jika Anda lahir pada 17 Agustus 1990, maka Anda harus mengetiknya menjadi 1990-08-17. Kesalahan penulisan format ini akan membuat sistem gagal membaca data Anda. Setelah memastikan formatnya sesuai instruksi, kirimkan balasan tersebut.
Baca Juga: Tren Intimate Wedding Bakal Jadi Normal Baru Gen z dan Milenial di Blitar
Satu NIK untuk Cek Satu Keluarga
Keunggulan utama dari metode ini adalah transparansi data keluarga. Ketika Anda memasukkan NIK salah satu anggota keluarga, sistem cerdas BPJS Kesehatan akan menampilkan status kepesertaan seluruh anggota keluarga yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Dalam simulasi yang ditunjukkan, terlihat bahwa sistem menampilkan data tiga anggota keluarga sekaligus. Informasi yang disajikan mencakup nama peserta, jenis segmen peserta, dan status keaktifan.
"Nanti langsung muncul semuanya untuk anggota keluarganya. Bisa dilihat status pesertanya aktif atau tidak, ditanggung atau tidak," jelas sumber dalam video tersebut.
Hasil pengecekan akan tertulis jelas. Jika statusnya "AKTIF", maka Anda aman untuk menggunakan layanan kesehatan. Namun, jika tertulis "TIDAK AKTIF" atau "TIDAK DITANGGUNG", seperti yang dialami dalam studi kasus video tersebut, berarti kartu Anda tidak bisa digunakan.
Penyebab ketidakaktifan bisa beragam, mulai dari telat membayar iuran hingga data yang belum diperbarui. Jika Anda mendapati status non-aktif, solusi yang disarankan adalah segera mengurusnya. Anda bisa datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat untuk melakukan re-aktivasi atau membayar tunggakan agar kartu dapat digunakan kembali.
Dengan kemudahan cara cek BPJS Kesehatan aktif via WhatsApp ini, tidak ada lagi alasan untuk menunda pengecekan. Lakukan sekarang juga sebelum keadaan darurat memaksa Anda. (*)
Editor : Saifullah Muhammad Jafar