BLITAR - Kabar gembira yang dinanti-nantikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akhirnya tiba. Memasuki pekan kedua bulan ini, bantuan sosial BPNT Februari 2026 cair secara masif melalui Bank Mandiri. Terpantau sejak Selasa pagi (10/2), saldo sebesar Rp600.000 mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik warga di berbagai wilayah Indonesia secara bertahap.
Penyaluran BPNT Februari 2026 cair ini menjadi angin segar bagi masyarakat, mengingat bantuan dialokasikan untuk rapelan tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, dan Maret. Setelah sebelumnya Bank BSI memulai pendistribusian, kini giliran Bank Mandiri yang melakukan percepatan penyaluran. Para KPM diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo secara berkala di ATM atau agen bank terdekat.
Berdasarkan laporan di lapangan, tren BPNT Februari 2026 cair ini menunjukkan distribusi yang merata, baik bagi pemegang kartu KKS lama maupun KKS baru tahun 2025. Pemerintah menargetkan proses ini selesai tepat waktu agar daya beli masyarakat di daerah tetap terjaga di awal tahun anggaran ini.
Update Penyaluran Bank Mandiri dan Daftar Wilayah
Pantauan tim redaksi menunjukkan bahwa struk penarikan saldo Rp600.000 mulai ramai diunggah oleh KPM di media sosial. Tidak hanya di pulau Jawa, distribusi bantuan sembako tunai ini telah menjangkau pelosok Sumatera hingga Sulawesi. Skema pencairan kali ini mencakup 50 kabupaten dan kota yang dikonfirmasi sudah mulai menyalurkan dana bantuan tersebut sejak dini hari tadi.
Beberapa wilayah yang melaporkan pencairan cukup masif di antaranya adalah daerah Serang (Banten), Garut (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), hingga Jember dan Madura di Jawa Timur. Sementara itu, untuk wilayah luar Jawa, pergerakan saldo terpantau aktif di Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), Pekanbaru (Riau), serta beberapa titik di Lampung.
Di Pulau Sumatera, penyaluran didominasi oleh wilayah Tapanuli Utara, Labuhan Batu, Serdang Bedagai, hingga Ogan Komering Ulu. Sementara untuk wilayah Kalimantan, Kota Waringin Timur dan Sekadau juga sudah mulai menunjukkan aktivitas transaksi bantuan sosial.
Instruksi Penting: Segera Tarik Saldo 100 Persen
Redaktur senior mengingatkan para KPM untuk tidak menunda pengambilan dana yang sudah masuk. Berdasarkan regulasi terbaru, terdapat batas waktu pengambilan saldo bantuan sosial. Jika dalam jangka waktu 30 hari setelah dana masuk saldo tidak segera ditarik, maka bantuan tersebut berisiko ditarik kembali ke kas negara.
Pemerintah juga menyarankan agar KPM menarik saldo secara utuh atau 100 persen. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan oleh penerima manfaat dan menghindari terjadinya pengendapan dana di bank penyalur yang dapat menjadi catatan administratif dalam evaluasi kepesertaan bansos di tahap berikutnya.
Penyaluran Bertahap dan Berkala
Penting untuk dipahami oleh masyarakat bahwa mekanisme penyaluran bansos tidak dilakukan serentak dalam satu detik di seluruh Indonesia. Proses ini menggunakan sistem termin atau gelombang. Jika rekan atau tetangga Anda sudah cair namun saldo Anda masih nol, jangan panik. Lakukan pengecekan kembali di hari berikutnya karena proses sinkronisasi data antar bank penyalur seperti BNI dan BRI juga sedang terus berjalan.Baca Juga: Geger! Persib Bandung Dilirik Miliarder Amerika Usai Tampil Gacor di Liga Champions Asia, Efek Dazn Buka Pintu Investasi Triliunan Rupiah?
KPM diharapkan tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang meminta biaya administrasi dalam pencairan. Seluruh bantuan sosial dari pemerintah disalurkan tanpa potongan apa pun. Pastikan Anda menyimpan kartu KKS dan PIN secara pribadi untuk menjaga keamanan dana bantuan Anda.
Bagi warga Blitar dan sekitarnya, pengecekan dapat dilakukan di jaringan ATM Bank Mandiri atau agen bank resmi di masing-masing desa. Dengan cairnya BPNT tahap pertama ini, diharapkan beban ekonomi rumah tangga dapat terbantu, terutama untuk pemenuhan kebutuhan pokok pangan yang berkualitas. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly